Breaking News:

PPKM Darurat

Kartu Vaksin Jadi Syarat Bepergian, Bagaimana Jika Kita Tak Bisa Divaksin Karena Alasan Medis?

Setiap orang yang melakukan perjalanan di masa penerapan PPKM Darurat Jawa-Bali wajib menunjukan kartu vaksin Covid-19.

Editor: rival al manaf
Tribun Jateng/ Mahfira Putri Maulani
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sragen Hargiyanto ketika memperlihatkan kartu vaksin digital, Selasa (26/1/2021). 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Setiap orang yang melakukan perjalanan di masa penerapan PPKM Darurat Jawa-Bali wajib menunjukan kartu vaksin Covid-19.

Hal itu telah diatur oleh Kementerian Perhubungan (Kemenhub).

Masyarakat yang akan melakukan perjalanan menggunakan moda transportasi jarak jauh, seperti pesawat, bis, dan kereta api, wajib menunjukkan kartu telah mengikuti vaksinasi Covid-19.

Baca juga: Peruntungan Shio Hari Ini Sabtu 3 Juli 2021

Baca juga: Sinopsis Ikatan Cinta RCTI Malam Ini Sabtu 3 Juli 2021 Pukul 19.30 WIB Nino Tolak Ajakan Elsa

Baca juga: Bansos Tunai Rp 300 Ribu Diperpanjang Dua Bulan

Baca juga: Perputara Roda Hidup Kompol IZ, Dari Perwira Polisi Kini Dipenjara Seumur Hidup dan Dicap Penghianat

Kartu vaksin tersebut setidaknya menunjukkan bahwa pelaku perjalanan telah mengikuti vaksinasi Covid-19 dosis pertama.

Lalu bagaimana bagi orang yang tidak vaksin Covid-19 karena alasan medis?

Terkait hal tersebut, Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi menjelaskan, bahwa dalam ketentuan perjalanan di masa PPKM Darurat diatur pengecualian bagi pelaku perjalanan yang memang tidak bisa vaksin karena alasan medis.

"Terdapat pengecualian terkait kartu vaksin untuk orang yang tidak dapat menerima vaksin dengan alasan medis pada periode itu (PPKM Darurat)," ujarnya dalam konferensi pers virtual, Jumat (2/7/2021).

Ia menjelaskan, bagi orang-orang yang memang tidak bisa vaksin, maka saat melakukan perjalanan hanya perlu menunjukkan surat keterangan dari dokter yang menyatakan bahwa dalam kondisi memang tidak bisa menerima vaksin.

Kendati demikian, pelaku perjalanan tersebut tetap harus memenuhi persyaratan lainnya yakni menunjukkan hasil tes negatif Covid-19.

Pada perjalanan menggunakan transportasi udara hasil tes negatif Covid-19 harus dari RT-PCR yang sampelnya diambil maksimal 2x24 jam dari sebelum keberangkatan.

Sementara pada moda transportasi jarak jauh lainnya yakni laut dan darat, baik itu umum atau pribadi, wajib menunjukkan hasil tes negatif Covid-19 dari RT-PCR yang sampelnya diambil maksimal 2x24 jam, atau swab antigen yang sampelnya diambil maksimal 1x24 jam dari sebelum keberangkatan.

Baca juga: BERITA LENGKAP : Hari Ini PPKM Darurat Resmi Diterapkan di Jawa-Bali

Baca juga: BERITA LENGKAP : Hari Ini PPKM Darurat Resmi Diterapkan di Jawa-Bali

Baca juga: Hotline Semarang : Apakah Perjalanan Kereta Api Masih Normal Selama PPKM Darurat?

Budi Karya mengakui, memang terdapat masyarakat yang tidak bisa menerima vaksin karena persoalan medis, seperti baru sembuh dari sakit Covid-19 atau memang memiliki penyakit tertentu sehingga tak bisa vaksin.

"Jadi itu jelas, (orang yang tidak bisa vaksin) dikecualikan. Jadi tetap bisa pergi tapi tetap harus melakukan tes PCR atau antigen," katanya.

Adapun selain syarat kartu vaksin dan hasil tes negatif Covid-19, pelaku perjalanan di masa PPKM Darurat Jawa-Bali yang menggunakan transportasi umum diwajibkan pula mengisi Kartu Kewaspadaan Kesehatan Elektronik atau e-Health Alert Card (e-HAC). (*)

Artikel ini telah tayang di kompas.com dengan judul Masyarakat Saat PPKM Darurat Wajib Bawa Kartu Vaksin, Bagaimana yang Belum Vaksinasi?

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved