Berita Solo

Panglima TNI Sebut Agustus Solo Raya Bisa Capai Herd Immunity: Target Per Hari 4.000 Vaksinasi

Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto sebut target vaksinasi di Solo Raya bisa mencapai 4.000 per hari, maka awal Agustus bisa tercapai herd immunity.

Penulis: Muhammad Sholekan | Editor: moh anhar

TRIBUNJATENG.COM, SOLO - Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto menyebut jika target vaksinasi di Solo Raya bisa mencapai 4.000 per hari, maka awal Agustus bisa tercapai herd immunity atau kekebalan komunitas. 

"Bahkan melaksanakan vaksinasi siang maupun malam. Kita targetkan, kita kejar terus, sehingga akan bisa merasakan kekebalan komunal," ucap Hadi saat meninjau vaksinasi bersama Kapolri dan Kepala BNPB di Gedung Wanita Solo, Jumat (9/7/2021). 

Namun, Panglima juga mengingatkan masyarakat yang sudah mendapatkan vaksinasi agar tetap memakai masker. 

"Harus tetap menggunakan masker. Karena 90 persen, masker melindungi kita semua terpapar covid-19," ungkapnya. 

Baca juga: Permintaan Paket Sembako di Dinsos Karanganyar Bagi Warga Isoman Meningkat

Baca juga: Pemuda Asal Patikraja Ditangkap Karena Curi Sepeda Motor yang Terparkir di Depan Rumah

Baca juga: Suporter Italia Tebar Psywar Jelang Final Euro 2021 Italia Vs Inggris Its Coming Rome!

Mantan Kepala Staf Angkatan Udara (KASAU) itu menyebut, ada dua strategi untuk menekan laju penurunan kasus aktif. 

Pertama, lanjut Hadi, melaksanakan Pemberlakuan Pembatasan Kegaiatan Masyarakat (PPKM) Mikro dan Darurat.

Kedua, melakukan percepatan vaksinasi. 

"Penerapan PPKM Darurat dan Mikro untuk mengurangi aktivitas kegiatan. Di mana mobilitas mayarakat kita batasi, kalau bisa ditekan 50 persen," jelasnya. 

Dia juga meminta, selain tetap mengenakan masker, masyarakat juga diminta untuk tetap jaga jarak. 

"Kalau memakai masker, tapi tidak jaga jarak itu juga itu masih bisa menularkan," jelasnya. 

Sementara itu, Kapolri Jendral Pol Listyo Sigit Prabowo menuturkan, beberapa minggu terakhir angka positif harian secara nasional masih tinggi.

Bahkan, hari kemarin mencapai pada angka 38 ribu. 

"Sementara BOR di rumah sakit rata-rata 80-90 persen. Tentunya, menjadi masalah yang harus disikapi serius," jelasnya. 

Mantan Kapolresta Solo itu mengajak, masyarakat diminta untuk mematuhi adanya penerapan PPKM Darurat. 

Baca juga: PPKM Darurat di Kudus, Mobilitas Warga Belum Turun Signifikan

Baca juga: Video Viral Tukang Becak Semarang Meninggal di Atas Becaknya

Baca juga: Kisah Para Pelapak di Masa PPKM Darurat, Tetap Berusaha Taat Aturan Meski Dagangan Tak Habis

"Pergerakan bisa dikurangi. Hanya sektor kritikal dan esensial yang boleh beraktivitas. Jadi, penularan dan pertumbuhan Covid-19 di Jawa Tentah, Solo Raya betul-betul bisa diminimalkan," tandasnya. (*) 

TONTON JUGA DAN SUBSCRIBE : 

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved