Jumat, 8 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Internasional

China dan Rusia Dituding Punya Maksud Politik di Balik Distribusi Vaksin Covid-19

China dan Rusia disebut memiliki tujuan politik di balik distribusi vaksin Covid-19 produksinya di beberapa negara.

Tayang:
net
Presiden China Xi Jinping 

TRIBUNJATENG.COM - China dan Rusia disebut memiliki tujuan politik di balik distribusi vaksin Covid-19 produksinya di beberapa negara.

Tudingan itu datang dari Menteri Luar Negeri Jerman, Heiko Maas.

Heiko Maas, Selasa lalu, mengapresiasi langkah Rusia dan China dalam mempromosikan vaksin Covid-19 secara terbuka ke negara lain.

Baca juga: Kampung Kebo Semarang Mulai Meredup, Tak Ada Generasi Penerus dan Kesulitan Pakan

Kendati demikian, menurutnya, kedua negara ini mengejar tujuan lain.

"Kami mencatat, khususnya dengan China, bahwa pasokan vaksin juga digunakan untuk memperjelas tuntutan politik berbagai negara," kata Maas, dikutip dari SCMP. 

Pernyataan ini dia utarakan di depan awak pers saat kunjungan ke fasilitas produksi vaksin Pfizer di Kalamazoo, Michigan, AS.

Dia menambahkan bahwa tujuan politik seperti itu harus dihindari.

"Untuk mencegah hal ini terjadi, kami tidak hanya harus mengkritiknya, tetapi kami harus memastikan bahwa negara-negara yang terkena dampak memiliki alternatif," katanya.

Maas menyebut alternatif yang dimaksud ialah vaksin yang diproduksi Jerman dan perluasan distribusi ke lebih banyak negara.

"Alternatif itu adalah vaksin yang kami miliki dan yang tentu saja ingin kami sediakan untuk sebanyak mungkin negara dan wilayah di dunia."

Presiden China Xi Jinping terlihat di layar selama pertemuan melalui konferensi video dengan Presiden Rusia Vladimir Putin di Kremlin di Moskow pada 28 Juni 2021.
Presiden China Xi Jinping terlihat di layar selama pertemuan melalui konferensi video dengan Presiden Rusia Vladimir Putin di Kremlin di Moskow pada 28 Juni 2021. (Tribunnews.com/Istimewa)

"(Dengan begitu) Rusia dan China tidak dapat terus melakukan diplomasi vaksin yang sulit dengan cara ini, yang hanya bertujuan untuk meningkatkan pengaruh mereka sendiri, alih-alih menyelamatkan nyawa orang sebagaimana tujuan awal," ujar Menlu Jerman ini.

Diketahui Taiwan tengah menuduh Beijing menggunakan distribusi vaksin Covid-19 miliknya untuk menekan negara-negara lain.

Upaya itu juga disebut Taiwan, agar negara yang dikirimi berhenti mendukung kemerdekaan Taiwan.

Pejabat China mengatakan, baru-baru ini pihaknya mengirim vaksin Covid-19 ke hampir 40 negara di Afrika.

China mengaku tindakan ini dilakukan karena alasan altruistik.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved