Breaking News:

Berita Pendidikan

Maksimalkan Pembelajaran Daring, Mahasiswa Diperkenalkan Fitur Augmented Reality

Perkembangan Teknologi yang begitu cepat sudah tidak bisa dipungkiri lagi.

Penulis: mamdukh adi priyanto | Editor: moh anhar
tangkapan layar webinar
Tangkapan layar acara bimtek terkait augmented reality 

TRIBUNJATENG.COM,SEMARANG - Perkembangan Teknologi yang begitu cepat sudah tidak bisa dipungkiri lagi.

Begitu juga perkembangan teknologi dalam dunia pendidikan.

Guna menghadirkan pembelajaran yang lebih atraktif, perguruan tinggi harus terus melakukan inovasi dan pengembangan dalam pembuatan konten pembelajaran.

Seperti halnya fitur teknologi Augmented Reality (AR) atau realitas berimbuh yang saat ini tengah berkembang dan menjadi primadona dalam dunia pendidikan.

Augmented Reality merupakan teknologi di mana peserta didik dan tenaga pengajar akan merasa lebih berhubungan dengan dunia nyata melalui video ataupun audio 3D.

Baca juga: Menengok Aktifitas Bengkel Kepala Kampung Bustaman Kota Semarang Saat Hari Raya Qurban

Baca juga: Dukung Program PSP Berderma, Garda Pemuda Nasdem Jateng Donor Plasma dan Serahkan Hewan Kurban

Baca juga: Apa Itu SKCK? Ini Persyaratan dan Biaya Pembuatan SKCK Online

"AR merupakan teknologi yang  mampu menggeneralisasikan gambar-gambar atau tiga dimensi pada dunia nyata melalui komputer. Ini merupakan salah satu keunggulan AR. Dengan kata lain AR proses penambahan sesuatu yang ada pada dunia nyata ke dalam sistem di komputer," kata pakar Augmented Reality University Teknologi Malaysia (UTM), Dr Khair Nurdin, saat menjadi narasumber bimtek Program Studi Pendidikan Matematika Universitas PGRI Semarang (UPGRIS), Senin (19/7/2021).

Ia melanjutkan, untuk melihat objek AR biasanya digunakan handled device atau perangkat elektronik mobile yang bisa digenggam semisal telepon seluler.

Selain itu, juga bisa melalui HMD (Head Mounted Device) semisal monitor komputer yang dikenakan di kepala, bisa berbentuk kacamata atau helm.

Bimtek selama lima hari ini meliputi Augmented Reality Beginner Level I sampai dengan Level II dan pembuatan Project AR untuk tugas akhir dari bimtek.

"Dunia pendidikan akan semakin masif dengan kondisi pandemi yang belum juga usai. Selain itu, dengan adanya teknologi AR pembelajaran dengan media akan bisa diakses kapan saja dan di mana saja," kata Nurdin.

Sementara, Wakil Rektor 1 Bidang Akademik, Dr Sri Suciati menuturkan, bimtek dimulai pada 19 Juli dan akan berakhir sampai 24 Juli 2021.

"Ini merupakan program Kampus Merdeka-Merdeka Belajar. Narasumber yang bekerja sama dengan perguruan tinggi dari luar negeri merupakan satu kolaborasi untuk memberikan bimtek kepada dosen dan mahasiswa," ucap Suciati.

Sri Suciati menjelaskan, Prodi Pendidikan Matematika UPGRIS merupakan salah satu dari ribuan program studi di Indonesia yang memenangkan hibah program Merdeka Belajar yang diselenggrakan Kementerian Pendidikan.

Baca juga: RPH Batang Batasi Penyembelihan Kurban, Sehari Tak Lebih dari 10 Ekor Sapi

Baca juga: Bila PPKM Diperpanjang, GM PSIS Sebut Sulit Gelar Kompetisi Bulan Depan

Baca juga: DKPPP Kota Tegal Ajarkan Cara Cek Organ Dalam Sapi, Begini Caranya 

Satu sistem yang dibangun adalah Griya Bisnis Digital sebagai fasilitasi dosen dan mahasiswa untuk menjembatani Prodi Pendidikan Matematika dengan dunia usaha dan dunia industri.

"Jadi saya sangat mengapresiasi kegiatan bimtek ini, apalagi mampu menghadirkan pakar dari luar negeri. Semoga semakin banyak lagi kegitan ini sehingga mampu meningkatkan SDM Dosen dan meningkatkan kualitas lulusan di prodi Pendidikan Matematika," ucap Suci. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved