Rabu, 29 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Semarang

Sudah 20 Tahun Tidak Bertemu, Andi Pukuli Kakak Kelasnya karena Teringat Sering Dibully saat SMP

Gara-gara sering dibully saat SMP, Andi Prasetyo alias Gentong (38), warga Bukit Rejo, Kelurahan Tandang, Kecamatan Tembalang aniaya teman sekolahnya.

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Gara-gara sering dibully saat SMP, Andi Prasetyo alias Gentong (38), warga Bukit Rejo, Kelurahan Tandang, Kecamatan Tembalang aniaya teman sekolahnya.

Andi telah puluhan tahun memendam dendam terhadap korban yang merupakan kakak kelasnya, Teguh Suntoro (39), warga Dalikrejo, Kelurahan Tandang, karena sering memerasnya.

Wakasatreskrim Polrestabes Semarang, AKP Agus Supriyadi mengatakan kejadian tersebut terjadi di Jalan Bukit Rejo pada Selasa (20/7/2021). 

Penganiayaan tersebut terjadi ketika pelaku saat sedang naik kendaraan bertemu korban sedang  mengantre daging kurban.

Baca juga: Tutup Tiga Tempat Isolasi Terpusat di Semarang, Hendi Sisakan Tempat Tidur untuk Warga yang Isoman

Baca juga: Angkutan Kota di Purwokerto Mati Kutu Sebulan Tak Beroperasi, Organda: Lanjut PPKM Plus Plus

Baca juga: Selamat, Karya Inovasi dari Banyumas Masuk 45 Top Inovasi Pelayanan Publik Terpuji Tahun 2021

"Tersangka putar balik menghampiri korban dan langsung melakukan penganiayaan," ujarnya saat konfrensi pers di Polrestabes Semarang, Senin (2/8/2021).

Menurutnya, korban mengalami luka di bagian wajah, dan mata.

Karena kejadian tersebut, tersangka langsung ditangkap di rumahnya.

"Tersangka dijerat pasal 351 KUHP," tuturnya.

Agus mengatakan tersangka menganiaya korban karena dendam pribadi.

Tersangka saat masih sekolah sering diperas korban.

"Sehingga muncul dendam dan melakukan penganiayaan terhadap korban," tuturnya.

Di hadapan petugas, Andi mengaku saat sekolah sering dimintai uang oleh korban.

Dirinya teringat masa lalunya ketika bertemu korban di jalan.

"Saya balik arah lalu langsung saya omongi kamu dulu sering ngampresen (meminta uang). Sekarang sudah padha gedene, sekarang bagaiman, lalu saya pukuli," ujar dia.

Kejadian pemerasan itu, kata dia, terjadi saat masih duduk di bangku SMP.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved