Penanganan Corona

Kisah Nugroho Keuangannya Jebol Pasca Positif Covid-19, Cek Kesehatan Virus Ditanggung Pribadi

Penanganab virua corona jauh dari kata sempurna. Pengobatan  karena Covid-19 tidak sepenuhnya ditanggung pemerintah.

Editor: rival al manaf
SHUTTERSTOCK/DRAGANA GORDIC
Ilustrasi demam dan batuk sebagai salah satu gejala awal Covid-19. 

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA - Penanganab virua corona jauh dari kata sempurna. Pengobatan  karena Covid-19 tidak sepenuhnya ditanggung pemerintah.

Cek kesehatan sebagai dampak infeksi virus corona itu tetap ditanggung pribadi .

Tidak heran jika keuangan banyak keluarga jebol di saat pandemi.

Himpitan krisis keuangan saat pandemi dan besarnya biaya cek kesehatan menjadi kombinasi pas untuk semakin menyulitkan warga.

Baca juga: Anisa Rahma Merasa Dapat Ilham saat Sulit

Baca juga: Not Angka Pianika dan Lirik Biar Ku Lukis Senja Melukis Namamu Disana Budi Doremi Melukis Senja

Baca juga: Kunci Jawaban Tema 1 Kelas 5 Halaman 71 Subtema 2 Pembelajaran 2 Ide Pokok Penyandang Cacat Sukses

Nugroho Yudho (60) salah satu yang mengawalinya.

Cerita berawal ketika Nugroho menjemput istri yang baru selesai ikut hajatan doa bersama beberapa pekan lalu.

Setibanya di tempat berlangsungnya acara, Nugroho menyempatkan turun guna menyapa sejumlah rekan.

Keesokan hari, beredar kabar bahwa ada empat orang di acara itu yang positif Covid-19. Nugroho dan keluarga lalu mengisolasi diri.

"Tapi berapa hari kemudian, yang gejala malah aku. Kepalaku pusing banget, menggigil, aku langsung periksa," kata Nugroho ketika berbincang dengan Kompas.com.

Ia sempat menyangka dirinya tertular demam berdarah dengue (DBD). Namun, belakangan, hasil swab PCR menyatakan dirinya positif Covid-19. Istrinya negatif.

Nugroho menjalani isolasi mandiri di rumahnya di bilangan Cibubur. Program telemedicine yang ia ikuti rupanya hanya menyediakan resep obat. Ia perlu membawa resep itu dan menebusnya ke apotek Kimia Farma.

Selama isolasi mandiri, ia merasa tubuhnya menggigil seperti terserang demam, padahal angka di termometer menunjukkan bahwa suhu tubuhnya hanya 35 derajat Celsius. Sakit kepalanya hebat. Ia mencurigai tertular varian lain virus SARS-CoV-2.

"Saya tidak kehilangan rasa dan penciuman, tapi rasa yang saya rasakan hanya asin dan pahit. Itu sebabnya nafsu makan saya hancur dalam proses dua minggu. Berat saya turun delapan kilogram," ungkap Nugroho.

Karena gejala itu, nafsu makannya ambruk. Di sisi lain, ia tak bisa dan tak berani tidur. Sebab, tiga menit sekali ia harus menghirup oksigen dari tabung.

Halaman
1234
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved