Breaking News:

Berita Slawi

Kabar Gembira! Kabupaten Tegal Dapat 23.448 Dosis Vaksin Covid-19, Daftar Tunggu Makin Singkat

Kelangkaan stok vaksin Covid-19 di Kabupaten Tegal hingga akhir Juli 2021 lalu membuat daftar antrean penyuntikan mundur hingga 20 hari.

Penulis: Desta Leila Kartika | Editor: rival al manaf
Humas Pemkab Tegal. 
Bupati Tegal Umi Azizah, saat sedang meninjau pelaksanaan vaksinasi Covid-19 di Balai Desa Kabunan, Kecamatan Dukuhwaru, Selasa (3/8/2021). 

TRIBUNJATENG.COM, SLAWI – Kelangkaan stok vaksin Covid-19 di Kabupaten Tegal hingga akhir Juli 2021 lalu membuat daftar antrean penyuntikan mundur hingga 20 hari.

Namun kini mulai terisi dengan akan didistribusikannya 23.448 dosis vaksin dari Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah. 

Sebelumnya, Bupati Tegal Umi Azizah, sempat menyampaikan pembagian vaksin untuk Kabupaten Tegal sangat sedikit dan tidak proporsional dengan jumlah penduduk.

Baca juga: Jadwal Samsat Keliling Kabupaten Tegal Hari Ini, Kamis 5 Agustus 2021 Ada di Tiga Lokasi

Baca juga: Buntut Para Camat Pasang Foto tidak Prokes Dilaporkan Warga, 18 Camat di Slawi Minta Maaf

Baca juga: Gerakan Slawi Gotong Royong, Bagikan Sembako Bantu Masyarakat yang Sedang Isolasi Mandiri

Hal ini disampaikan Umi di rumah dinasnya Selasa (3/8/2021), usai meninjau pelaksanaan vaksinasi di Desa Kabunan Kecamatan Dukuhwaru. 

Ia menuturkan, di awal Agustus 2021 ini pihaknya akan mendapat alokasi 23.448 dosis vaksin dengan rincian 16.320 dosis suntik pertama dan 7.128 dosis untuk suntik kedua.

“Alhamdulillah, permintaan yang saya sampaikan ke pak gubernur mulai direspon setelah kita sampaikan fakta jika kebijakan pembagian vaksinnya belum proporsional karena tidak memperhatikan jumlah penduduk seperti Kabupaten Tegal yang terbanyak ke lima di Jawa Tengah,” kata Umi, dalam rilis yang diterima Tribunjateng.com, Kamis (5/8/2021). 

Sebelumnya, melalui siaran konferensi video pada Senin (26/7/2021) lalu, Umi menyampaikan ke Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, soal rendahnya alokasi vaksin untuk Kabupaten Tegal

Saat itu, Umi menyampaikan jika Kabupaten Tegal dengan 1,59 juta penduduknya atau 1,2 juta orang sasaran penerima vaksin baru 9,76 persennya yang mendapat suntik vaksin pertama.

Disampaikan Umi, jika rendahnya capaian target vaksinasi yang menempatkan Kabupaten Tegal berada di urutan terbawah di Jawa Tengah murni disebabkan pasokan vaksin dari pusat maupun provinsi sangat sedikit. 

“Alokasi vaksin ini sifatnya given, kita hanya menyampaikan kebutuhan. Sementara yang berwenang membagi adalah provinsi dan Kementerian Kesehatan,” tukasnya.

Sementara, jika dilihat dari jumlah tenaga vaksinatornya sudah sangat mencukupi, yakni 1.699 orang yang terdiri dari 1.662 orang tenaga kesehatan (nakes) Pemkab Tegal, 30 orang dari nakes TNI, dan tujuh orang dari nakes kepolisian.

Baca juga: Saat Megawati Cari Ganjar di Acara Pelatihan, Tegur Soal Penanganan Rob & Pelabuhan Semarang

Baca juga: Kunci Jawaban Tema 1 Kelas 5 Halaman 51 54 Subtema 1 Pembelajaran 6 Contoh Ide Pokok Cerita

Baca juga: Menkes: Indonesia Lebih Cepat Lewati Gelombang 2 Covid-19 Dibanding Negara Lain

Baca juga: Kunci Jawaban Tema 1 Kelas 5 SD Halaman 98 99 100 101 102 103 Subtema 2 Perilaku dan Nilai Pancasila

Dengan jumlah tersebut, pihaknya mampu memvaksin hingga 10 ribu orang per hari.

Umi berharap penambahan vaksin untuk Kabupaten Tegal tersebut bisa segera direalisasi dan ketimpangan alokasi antar kabupaten kota di Jawa Tengah dapat dikendalikan. 

Dimana pemerintah provinsi bisa lebih objektif melihat permasalahan di daerah dengan mengoptimalkan jalur komunikasi dan koordinasi antar pemerintah daerah.

“Saya tidak sedang berprasangka buruk, namun ketimpangan pembagian yang mengakibatkan kelangkaan vaksin di satu daerah dan melimpahnya vaksin di daerah lain, dapat menciptakan kerawanan sosial dan memunculkan konflik kepentingan, termasuk fenomena politik,” pungkasnya. (dta) 

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved