Breaking News:

Berita Batang

Disdikbud Batang Mulai Izinkan PTMT di Wilayah Zero Covid-19, Ini Syarat yang Diterapkan

Sumanto menjelaskan sejumlah sekolah telah melaksanakan PTM Terbatas dengan menerapkan syarat-syarat tertentu

Penulis: dina indriani | Editor: muslimah
TribunJateng.com/Dina Indriani
SDN Denasri Wetan 2 mulai melaksanakan Pembelajaran Tatap Muka Terbatas, Senin (16/8/2021) 

TRIBUNJATENG.COM,BATANG - Kabupaten Batang, Jawa Tengah telah berubah status dan dinyatakan masuk zona PPKM Level 3.

Dengan perubahan status tersebut Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Batang telah mengizinkan Pembelajaran Tatap Muka Terbatas (PTMT) selama di wilayah itu tidak ditemukan warganya yang terpapar virus Corona atau termasuk zero Covid-19.

Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Disdikbud Sumanto mengatakan institusi pendidikan sudah diizinkan menggelar PTM Terbatas mulai tanggal 16 Agustus lalu.

“Ketentuan untuk PTMT pada SD dan SMP maksimal 50 persen dari daya tampung kelas, sedangkan Taman Kanak-kanak maksimal 5 siswa tiap kelasnya,” tuturnya, Kamis (19/8/2021).

Sumanto menjelaskan sejumlah sekolah telah melaksanakan PTM Terbatas dengan menerapkan syarat-syarat tertentu. 

Di beberapa kecamatan lain sudah mulai menyelenggarakan PTM Terbatas di antaranya SMPN 1 dan 3 Bawang dan SMPN 3 Reban.

“Yang diizinkan jika di desanya tidak terkonfirmasi kasus Covid-19, tapi kalau belum nol Covid ya sekolah itu masih menerapkan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ), misalnya di Kecamatan Batang belum ada yang menggelar PTM Terbatas,” jelasnya.

Untuk mengoptimalkan PTM Terbatas, lanjut dia diberlakukan pula beberapa pengurangan. 

Yakni pengurangan jumlah peserta didik, jam pelajaran dan kegiatan yang menggunakan peralatan secara bersama-sama, seperti olahraga sepak bola dan lainnya.

“Setiap hari kami selalu memperbarui informasi perkembangan Covid-19 dari masing-masing kecamatan hingga desa, informasi itu jadi pegangan para kepala sekolah menentukan besok itu PTM Terbatas atau PJJ, misalnya hari ini kondisi desa zero Covid-19, tapi begitu besok pagi ada warganya yang terkonfirmasi, otomatis anak-anak kembali menjalani PJJ,” jelasnya.

Ia memastikan, buka atau tutupnya suatu sekolah tergantung data dari Satgas Covid-19. 

“Begitu juga kalau ada guru atau siswa yang terindikasi, tidak diizinkan berangkat dan seluruh warga sekolah menjalani pelacakan atau tracing,” pungkasnya.(din)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved