Berita Semarang
Puput Minta Suaminya yang Aniaya Anak Kandung Sendiri Dihukum Berat
Puput Wulansari (30) warga Barusari Kota Semarang tidak bisa menyembunyikan kesedihannya. Anak semata wayang meninggal karena ulah suaminya.
Penulis: M Nafiul Haris | Editor: moh anhar
TRIBUNJATENG.COM, UNGARAN - Puput Wulansari (30) warga Barusari Kota Semarang tidak bisa menyembunyikan kesedihannya, Kamis (19/8/2021).
Pasalnya, anak laki-laki yang sangat dia sayangi kini sudah tidak dapat lagi ditemui.
APP yang masih berusia 1,5 tahun meninggal dunia sekira empat minggu lalu menjadi korban penganiayaan.
Parahnya, pelaku penganiayaan itu dilakukan ayahnya, Adi Cahyono.
Akibat perlakuan tidak manusiawi itu, APP mengalami sejumlah luka-luka pada bagian kepala yang menyebabkan meninggal dunia.
Baca juga: Nih Aksi Nyata Para Pemuda Kala Pandemi, Gercep Candisari Bagi Sembako dan Bantu Vaksinasi Pelajar
Baca juga: Pengunggah Video Ambulans Ugal-ugalan Minta Maaf, Menyesal Karena Pernah Diantar 10 Kali Gratis
Baca juga: Buntut Video Viral Dangdutan saat Syukuran HUT RI, Kades Kebonagung Kendal Minta Maaf ke Polisi
Baca juga: Viral Video Warga Kebonagung Kendal Bikin Panggung Dangdut Rayakan HUT RI, Tak Mau Dibubarkan Polisi
Puput mengatakan meski kasus tersebut telah ditangani Satreskrim Polres Semarang dan tersangka sudah ditahan.
Dia berharap pelaku yang tidak lain suaminya sendiri itu dihukum berat.
"Setiap dibawa ayahnya selalu ada bekas luka memar di pipinya, perutnya. Tapi dia tidak mau mengaku, dia bilang jatuh mainan sama kucing," terangnya kepada Tribunjateng.com, di Ungaran, Kamis (19/8/2021)
Puput bercerita, selain penganiayaan fisik, pelaku juga sering melakukan kekerasan verbal.
Karena itu, dia berharap kepolisian memberikan hukuman seberat-beratnya atas peristiwa yang dialami.
Selama tiga tahun menjadi istri siri Adi Cahyono disebut tidak pernah memberikan nafkah.
Ditambah lagi, APP kerapkali dianggap bukan anak kandungnya sehingga sering menjadi sasaran kekerasan.
"Anak sakit saja, saya obatin. Ini anak sehat kok dibegituin, saya tidak terima, saya lahiran juga biaya sendiri. Malah keluarganya saya bantu," katanya sambil terisak.
Kasat Reskrim Polres Semarang AKP Tegar Satrio Wicaksono menyampaikan penanganan kasus kekerasan terhadap anak hingga menyebabkan meninggal itu terus didalami.
AKP Tegar menyatakan berkas penanganan tersangka telah lengkap dan hanya menunggu waktu untuk disidangkan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/puput-wulansari-1-2.jpg)