Breaking News:

Berita Kabupaten Tegal

Sekda Pemkab Tegal Beri Selamat, Sejumlah Pejabat Administrator Dilantik dan Sumpah Janji Jabatan

Sejumlah pejabat administrator di lingkungan Pemkab Tegal melaksanakan pelantikan dan pengambilan sumpah/janji jabatan.

Penulis: Desta Leila Kartika | Editor: moh anhar

Dengan kata lain, meskipun beberapa camat memang melakukan pelanggaran prokes, namun selama hampir dua tahun mereka juga berjuang menghadapi pandemi Covid-19 di wilayah masing-masing.

Bisa dikatakan mereka ini sebagai garda depan yang memantau wilayah masing-masing, hingga akhirnya Kabupaten Tegal dari level 4 saat ini di level 3 dan sedang mengejar ke level 2 PPKM.

Joko menegaskan semuanya tidak mudah sehingga harus tetap dihargai.

"Camat yang dimutasi yaitu camat Lebaksiu, Talang, Slawi, dan Bumijawa. Empat camat tersebut kenapa sanksi lebih berat karena yang memiliki peran, seperti ada yang sebagai ketua paguyuban, ada yang menjadi tuan rumah, ada yang seperti terlihat di foto sedang memegang mikrofon, dan ada yang secara sengaja atau tidak membuat foto dan video tersebar sehingga viral," paparnya.

Ditanya apakah para camat sudah membayar denda administrasi sesuai yang tertera di Perbup nomor 42 tahun 2021 sebesar Rp 100 ribu per orang, Joko menyebut mereka sudah langsung membayar pada Sabtu (16/8/2021) lalu, tepatnya setelah Polres Tegal menyerahkan wewenang kepada Pemkab Tegal atau dalam hal ini Satpol PP Kabupaten Tegal

Terpisah, Sumiyati yang saat ini menjabat Camat Talang dan Plt Camat Tarub menuturkan, ia sebagai aparatur sipil negara (ASN) siap ditempatkan dimana saja termasuk dijabatan apa saja.

Sehingga setelah ini, Sumiyati dan rekan-rekan yang lain segera menyesuaikan serta melaksanakan tugas sesuai jabatan yang sudah ditetapkan.

"Saya saat ini geser menjadi camat Talang, namun sesuai keputusan yang dibaca pak Sekda tadi karena Tarub masih kosong sehingga saya merangkap menjadi pelaksana tugas (plt). Mohon bantuan, dukungan, masukan, dan saran karena Talang dan Tarub dua wilayah yang jumlah desa nya cukup banyak," ungkap Sumiyati.

Menjadi salah satu camat yang melanggar prokes beberapa waktu lalu, Sumiyati mengaku permasalahan tersebut menjadi cambuk baginya untuk lebih berhati-hati dalam bertindak dan harus tetap menerapkan protokol kesehatan.

Mengingat sampai saat ini Kabupaten Tegal masih melaksanakan PPKM level 3.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved