Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Fokus

Fokus : Terima Kasih Orang Baik

JIKA kita berselancar ke media sosial selama pandemi Covid-19 berlangsung di Indonesia, tepatnya sejak Maret 2020, ada satu tren baru yang muncul

Penulis: muslimah | Editor: Catur waskito Edy
tribun jateng
wartawan tribun jateng, muslimah 

Oleh Muslimah

Wartawan Tribun Jateng

JIKA kita berselancar ke media sosial selama pandemi Covid-19 berlangsung di Indonesia, tepatnya sejak Maret 2020, ada satu tren baru yang muncul dan sangat mendominasi. Sebut saja tren tersebut (untuk mudahnya) sebagai tren berbuat baik dan saling menolong.

Variasi dari tren ini juga beragam, namun yang menjadi ciri khas adalah bantuan langsung sampai kepada warga yang membutuhkan.

Sebagai misal, ada netizen yang melihat kakek tua menuntun sepeda motor karena kehabisan bensin saat akan menemui anaknya. Kakek tersebut tidak punya uang untuk membeli bensin dan kebetulan ada orang baik lewat.

Kakek itu pun lantas langsung diantarkan sekaligus diberi uang saku.

Biasanya jika sudah viral, maka dalam waktu singkat akan berlanjut menjadi acara penggalangan dana. Contohnya sudah banyak dimana ratusan juta bisa terkumpul hanya dalam hitungan jam.

Alhamdulillah, uang langsung sampai ke yang membutuhkan.

Para influencer juga berlomba-lomba berbuat baik. Sebagai misal sempat muncul tren ikoy-ikoyan dimana selebgram Arief Muhammad mempersilakan pengikutnya berkeluh-kesah menyampaikan apa yang dibutuhkan. Jika beruntung, mereka akan mendapatkan sesuai yang diperlukan.

Tak terhitung video di media sosial memperlihatkan bagiamana orang baik membagikan rupiah, sembako dan vitamin kepada yang membutuhkan di jalan-jalan.

Langsung sampai ke rakyat tanpa perlu ada prosedur, tanpa proposal dan lain sebagainya. Biasanya dalam video semacam itu, pengunggah akan memberi caption 'Terima Kasih Orang Baik.'

Mungkin ada sedikit suara sumbang yang kurang setuju karena memandang perbuatan baik mestinya tidak perlu dipamerkan. Ya, tentu saja itu kembali ke pilihan masing-masing.

Perbuatan baik apakah itu terlihat atau tidak dperlihatkan tetap saja bermanfaat.

Singkatnya mungkin ada yang berkata dunia kejam. Pandemi corona menjadikan rakyat makin sengsara dan kesusahan. Tapi tenang, masih banyak orang baik di sekitar kita. Jika tidak ada, kita pun bisa menjadi orang baik. Semua bisa menjadi orang baik dengan caranya sendiri.

Saat ini, Covid di Indonesia yang kembali mengganas seusai perayaan Idul Fitri 2021 mulai mereda. Data di berbagai daerah menunjukkan penurunan kasus dan keterisian tempat tidur rumah sakit

. Semarang sebagai ibu kota provinsi Jawa Tengah bahkan sudah turun ke level 3 pemberlakuan PPKM. Kegiatan masyarakat pun mulai diperlonggar dengan sejumlah persyaratan tertentu. Pusat perbelanjaan hingga tempat wisata juga sudah dibuka.

Di sejumlah daerah meski masih berstatus PPKM level 4, kegiatan masyarakat juga sudah mulai melonggar. Jalan-jalan yang ditutup dibuka kembali untuk memudahkan akses warga.

Sukses ini tentu tak lepas dari kerja sama semua pihak. Namun tentu saja kita tidak boleh lengah. Seperti yang diingatkan Presiden Jokowi. Menurutnya, Corona sangat sulit dikalkulasi sehingga pada saat kasus menurun pun kewaspadaan tetap harus dijaga agar jangan sampai kasus meledak lagi.

Di sinilah peran orang baik akan terus berlanjut. Minimal, untuk senantiasa menaati protokol kesehatan 5M yakni mencuci tangan, memakai masker, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, dan mengurangi mobilitas. Cara paling mudah untuk berbuat baik pada sekeliling agar pandemi ini bisa ditaklukkan. (*)

Baca juga: Fokus : Berharap UMKM Lebih Bersinar

Baca juga: Fokus : Tak Perlu Buru-buru

Baca juga: FOKUS: Leluhur Telah Mewariskan Ketangguhan

Baca juga: Fokus : Kibarkan Bendera (Merah) Putih

Sumber: Tribun Jateng
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved