Kamis, 9 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Ribuan Orang di Afghanistan Masih Menunggu Evakuasi

Ada sekitar 10.000 orang menunggu dievakuasi dari Kabul menggunakan pesawat-pesawat AS, dan masih ada ribuan orang Afghanistan yang ingin pergi.

Editor: Vito
AP PHOTO/SHEKIB RAHMANI via kompas.com
ilustrasi - ribuan warga berada di bandara internasional di Kabul, Afghanistan, menunggu evakuasi. 

TRIBUNJATENG.COM, KABUL - Di tengah ancaman ISIS-K di bandara Kabul, sejumlah negara terus bergegas mengevakuasi warga mereka serta orang-orang Afghanistan sebelum tenggat pada 31 Agustus.

Lebih dari 82.000 orang telah diangkut menggunakan pesawat dari Kabul, setelah kota itu jatuh ke tangan Taliban 10 hari lalu. 

Menurut Departemen Pertahanan AS, ada sekitar 10.000 orang sedang menunggu dievakuasi dari Kabul menggunakan pesawat-pesawat AS.

Namun, dikhawatirkan masih ada ribuan orang Afghanistan yang ingin meninggalkan negara mereka, namun tidak bisa mencapai bandara.

Taliban menolak memperpanjang tenggat tersebut, namun berjanji mengizinkan warga asing dan warga Afghan untuk meninggalkan negara itu setelah tenggat waktu 31 Agustus, menurut Menteri Luar Negeri AS, Anthony Blinken.

“Biarkan saya menjelaskan tentang ini. Tidak ada tenggat waktu pada pekerjaan kami. Taliban telah membuat komitmen publik dan swasta untuk menyediakan dan mengizinkan perjalanan yang aman bagi orang Amerika, bagi warga negara ketiga dan warga Afghanistan yang berisiko melewati 31 Agustus,” jelasnya.

Diplomat top AS itu menyatakan, Washington dan sekutu globalnya akan melakukan segala yang mereka bisa untuk menekan Taliban agar mengizinkan keberangkatan setelah penarikan.

Blinken tidak memberikan secara spesifik tentang bagaimana AS akan menahan kelompok itu pada komitmennya, mengingat masa lalunya yang brutal.

Terlepas dari jaminannya, muncul laporan tentang pelanggaran yang merajalela oleh Taliban serta seruan publik untuk warga Afghanistan agar tidak pergi ke bandara.

Juru bicara Gedung Putih Jen Psaki mengulangi pesan Blinken pada hari Rabu. “Kami mencari berbagai opsi bagaimana kami dapat terus memberikan dukungan konsuler dan memfasilitasi keberangkatan bagi mereka yang ingin pergi setelah 31 Agustus,” ujarnya.

“Harapan kami dan harapan masyarakat internasional adalah bahwa orang-orang yang ingin meninggalkan Afghanistan setelah militer AS pergi harus dapat melakukannya,” ujarnya.

Saat pasukan Barat berupaya melakukan evakuasi, para milisi Taliban menjaga perimeter di luar bandara. Mereka dikerumuni ribuan orang yang hendak pergi dari Afghanistan yang dikuasai Taliban sejak kelompok itu merebut Kabul pada 15 Agustus.

Ahmedullah Rafiqzai, seorang pejabat penerbangan sipil Afghanistan yang bekerja di bandara, mengatakan, orang-orang terus berkerumun di sekitar gerbang meskipun ada peringatan keamanan.

"Sangat mudah bagi pengebom bunuh diri untuk menyerang koridor yang dipenuhi orang, dan peringatan telah dikeluarkan berulang kali," katanya, kepada Reuters.

"Tetapi orang-orang tidak mau pindah. Tekad mereka bulat untuk meninggalkan negara ini, bahwa mereka bahkan tidak takut mati, semua orang mempertaruhkan hidup mereka,” sambungnya.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved