Breaking News:

Ribuan Orang di Afghanistan Masih Menunggu Evakuasi

Ada sekitar 10.000 orang menunggu dievakuasi dari Kabul menggunakan pesawat-pesawat AS, dan masih ada ribuan orang Afghanistan yang ingin pergi.

Editor: Vito
AP PHOTO/SHEKIB RAHMANI via kompas.com
ilustrasi - ribuan warga berada di bandara internasional di Kabul, Afghanistan, menunggu evakuasi. 

“Harapan kami dan harapan masyarakat internasional adalah bahwa orang-orang yang ingin meninggalkan Afghanistan setelah militer AS pergi harus dapat melakukannya,” ujarnya.

Saat pasukan Barat berupaya melakukan evakuasi, para milisi Taliban menjaga perimeter di luar bandara. Mereka dikerumuni ribuan orang yang hendak pergi dari Afghanistan yang dikuasai Taliban sejak kelompok itu merebut Kabul pada 15 Agustus.

Ahmedullah Rafiqzai, seorang pejabat penerbangan sipil Afghanistan yang bekerja di bandara, mengatakan, orang-orang terus berkerumun di sekitar gerbang meskipun ada peringatan keamanan.

"Sangat mudah bagi pengebom bunuh diri untuk menyerang koridor yang dipenuhi orang, dan peringatan telah dikeluarkan berulang kali," katanya, kepada Reuters.

"Tetapi orang-orang tidak mau pindah. Tekad mereka bulat untuk meninggalkan negara ini, bahwa mereka bahkan tidak takut mati, semua orang mempertaruhkan hidup mereka,” sambungnya.

Seorang diplomat Barat di Kabul menuturkan, meski Taliban bertanggung jawab atas keamanan di luar bandara, ancaman dari ISIS tidak dapat diabaikan.

"Pasukan Barat, dalam keadaan apa pun, tidak ingin berada dalam posisi untuk melancarkan serangan ofensif atau defensif terhadap siapa pun di Afghanistan. Mandat kami adalah memastikan evakuasi berakhir pada 31 Agustus," ujar diplomat itu.

Pejabat Barat lain menyatakan, operasi penerbangan telah melambat pada Rabu, tetapi langkah evakuasi akan dipercepat pada Kamis. Bandara Kabul saat ini dijaga oleh 5.800 tentara AS dan 1.000 tentara Inggris.

Sementara itu, seorang petinggi Taliban menyebut, milisinya terus melindungi warga sipil di luar bandara.

"Penjaga kami juga mempertaruhkan nyawa mereka di bandara Kabul, mereka juga menghadapi ancaman dari kelompok ISIS," kata petinggi Taliban tersebut yang enggan disebutkan namanya.  (Kompas.com/Kontan.co.id)

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved