AS Waspadai Serangan Lanjutan Usai Bom Bunuh Diri di Afghanistan
para komandan AS mewaspadai lebih banyak serangan oleh ISIS, termasuk kemungkinan gempuran roket atau bom mobil yang menargetkan bandara.
TRIBUNJATENG.COM, KABUL - Amerika Serikat (AS) mewaspadai serangan teror susulan setelah serangan bom bunuh diri di luar area Bandara Internasional Hamid Karzai, Kabul, Afghanistan pada Kamis (26/8).
Kepala Komando Pusat AS, Jenderal Frank McKenzie mengatakan, para komandan AS mewaspadai lebih banyak serangan oleh ISIS, termasuk kemungkinan gempuran roket atau bom mobil yang menargetkan bandara.
"Kami percaya itu adalah keinginan mereka untuk melanjutkan serangan ini, dan kami menduga serangan itu berlanjut. Kami melakukan segala yang kami bisa untuk bersiap," katanya
Ia menyebut, ancaman dari ISIS di Afghanistan tetap ada di samping sejumlah ancaman lain, di tengah kondisi keamanan Afghanistan yang belum kondusif.
“Kami bekerja keras untuk menentukan tindakan, untuk menentukan siapa yang terkait serangan pengecut ini. Kami siap mengambil tindakan terhadap mereka,” kata Mckenzie, dikutip dari Associated Press, Jumat (27/8/2021).
Ia sempat memperingatkan pada hari Kamis bahwa ancaman dari ISIS adalah sangat nyata, dan serangan kemungkinan akan berlanjut.
Menurut dia, AS sebenarnya sudah berbagi informasi intelijen dengan Taliban mengenai ancaman-ancaman ini. Ia yakin, beberapa serangan telah digagalkan oleh mereka.
Namun, McKenzie menegaskan, misi evakuasi seluruh warga Amerika dan warga Afghanistan yang rentan dari negara itu masih akan terus berlanjut, terlepas dari terjadinya ledakan itu.
Dikutip dari laman Sputnik News, Jumat (27/8), menurut laporan dari seorang sumber di Kementerian Kesehatan Afghanistan, setidaknya sebanyak 103 orang yang terdiri dari 90 warga sipil Afghanistan dan 13 tentara AS tewas dalam serangkaian serangan tersebut.
Sementara itu, sebanyak 1.338 orang saat ini dalam kondisi terluka, termasuk 18 tentara AS, dan pasukan keamanan Taliban.
Seorang pejabat AS mengatakan kepada Reuters bahwa jumlah personel AS yang tewas dalam insiden serangan bom itu kemungkinan akan meningkat.
Insiden itu menandai korban militer AS pertama di Afghanistan sejak Februari 2020. Kejadian itu sekaligus merupakan insiden paling mematikan bagi pasukan “Negeri Paman Sam” di Afghanistan dalam satu dekade.
Adapun, sebanyak dua bom meledak di luar area Bandara Internasional Hamid Karzai, Kabul, Afghanistan pada Kamis (26/8). Dua pengebom bunuh diri dilaporkan meledakkan diri sambil mendekati kerumunan orang di satu gerbang bandara.
Ledakan itu memakan banyak korban jiwa karena terjadi ketika bandara tengah disesaki warga yang berbondong untuk dievakuasi dari Afghanistan setelah Taliban berkuasa.
Ledakan bom pertama terjadi sekitar pukul 18.00 waktu setempat di dekat Hotel Baron, dekat perimeter Bandara Internasional Hamid Karzai.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/korban-bom-bandara-afghanistan.jpg)