Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Kabupaten Semarang

Petani Bandungan Kabupaten Semarang Kewalahan, Puluhan Monyet Liar Serbu Lahan Sayuran

Petani di sejumlah wilayah Kabupaten Semarang dibuat resah oleh kawanan monyet liar dari lereng Gunung Ungaran yang mencari makan di lahan pertanian. 

Penulis: M Nafiul Haris | Editor: moh anhar
Dokumentasi Pribadi
Seorang petani saat menghalau serangan monyet liar secara tradisional di Desa Sidomukti, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, Senin (30/8/2021). 

TRIBUNJATENG.COM, UNGARAN - Petani di sejumlah wilayah Kabupaten Semarang dibuat resah oleh kawanan monyet liar dari lereng Gunung Ungaran yang mencari makan di lahan pertanian. 

Akibat serangan monyet liar itu lahan pertanian milik warga di Desa Sidomukti dan Duren, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang rusak. 

Seorang petani asal Dusun Nggeblog, Desa Sidomukti Handoyo (36) mengatakan selain merusak lahan pertanian milik warga yang berbatasan dengan hutan, kawanan monyet juga menyerang pertanian dekat dengan pemukiman warga.

"Awalnya monyet liar tersebut hanya muncul sepekan sekali dan biasanya turun dari hutan untuk mencari berbagai tanaman yang bisa dimangsa di lahan pertanian milik warga. Tetapi, lama-lama turun ke lahan dekat pemukiman," terangnya saat dihubungi Tribunjateng.com, Senin (30/8/2021) 

Ia menambahkan, semula kawanan monyet liar berjumlah satu koloni atau sekira 15 sampai 20 ekor saja.

Baca juga: Angka Positif Covid-19 di Kecamatan Dukuhturi Tegal Pernah Capai 100 Orang Perbulan, Kini Melandai

Baca juga: Bupati Karanganyar Usul Syarat PCR dan Antigen Bagi Peserta Seleksi CPNS Dihapuskan

Baca juga: Berlatar Belakang Anak Buruh Tani Asal Kudus, Susilowati Buktikan Sukses Raih Gelar Doktor‎ di Unnes

Tetapi, beberapa pekan terakhir monyet yang turun ke kawasan lahan pertanian tersebut semakin banyak.

Dia menyatakan, kawanan monyet yang menyerang lahan pertanian warga hampir setiap hari terlihat turun di lahan pertanian jumlahnya selalu bertambah lebih banyak.

“Sehingga para petani maupun penggarap lahan pertanian semakin kewalahan untuk menghalau kawanan kera liar tersebut sekaligus untuk mengamankan berbagai tanaman pertanian mereka,” katanya

Handoyo menerangkan puncak adanya serangan monyet liar itu terjadi pada Jumat (27/8/2021) jumlahnya mencapai ratusan.

Karena, di hari Jumat umumnya petani turun dari ladang lebih awal, sebelum pukul 11.00 WIB siang guna keperluan shalat Jumat. 

Adapun pertanian warga yang menjadi sasaran amukan monyet liar diantaranya tanaman buncis yang sudah berbunga, lalu onclang dan tomat.

Kemudian ada pula cabai, wortel, sawi dan beberapa tanaman buah seperti pisang dan alpukat.

"Akibatnya petani banyak yang merugi, karena tanaman pertanian mereka rusak dan sebagian tidak bisa dipanen dan harus menyulam ulang atau menanam kembali dengan bibit yang baru," ujarnya.

Baca juga: Hendi Tinjau PTM Hari Pertama di Kota Semarang

Baca juga: Dikritik Warga soal Jam Kerja Perangkat Desa yang Sering Molor, Pemkab Pati Tegakkan Kedisiplinan

Baca juga: 3 Aplikasi Penghasil Uang Bagi yang Suka Baca Novel, Semua Bisa Diunduh di Google Play Store

Sejauh ini, untuk melindungi tanaman mereka, para petani menghalau dan mengusir kawanan kera liar tersebut secara konvensional menggunakan petasan atau bunyi-bunyian.

Yang lebih menyulitkan, kawanan monyet liar tersebut juga selalu berpindah-pindah dari satu lahan ke lahan pertanian lainnya. (*) 

Sumber: Tribun Jateng
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved