Breaking News:

Berita Karanganyar

Bupati Karanganyar Usul Syarat PCR dan Antigen Bagi Peserta Seleksi CPNS Dihapuskan

Bupati Karanganyar, Juliyatmono mengusulkan supaya syarat PCR atau rapid antigen bagi peserta seleksi CPNS dihapuskan.

Penulis: Agus Iswadi | Editor: moh anhar
TRIBUN JATENG/AGUS ISWADI
Bupati Karanganyar, Juliyatmono 

TRIBUNJATENG.COM, KARANGANYAR - Bupati Karanganyar, Juliyatmono mengusulkan supaya syarat PCR atau rapid antigen bagi peserta seleksi CPNS dihapuskan.

Pernyataan itu disampaikan usai mengikuti video conference di SIC Setda Karanganyar, Senin (30/8/2021).

Usulan tersebut juga disampaikan kepada Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo saat video conference.

Juliyatmono menyampaikan, adanya syarat PCR atau rapid antigen bagi peserta seleksi CPNS dinilai memberatkan pelamar dan pemerintah daerah.

"Ini kan mahal ini. Kalau kami harus menyediakan dengan biaya dari pemerintah kan cukup besar. Menurut saya, harus dikoreksi kalau sudah vaksin,  vaksin saja. Saya lebih memilih menggunakan pendekatan vaksin. Karena sambil mempercepat (vaksinasi) kan dosis satu tidak apa-apa," katanya kepada Tribunjateng.com. 

Baca juga: Polisi Ungkap Pembunuhan di Kebun Cengkih Sukorejo Kendal, Dari Pesta Miras hingga Dendam Pribadi

Baca juga: Dikritik Warga soal Jam Kerja Perangkat Desa yang Sering Molor, Pemkab Pati Tegakkan Kedisiplinan

Baca juga: Berlatar Belakang Anak Buruh Tani Asal Kudus, Susilowati Buktikan Sukses Raih Gelar Doktor‎ di Unnes

Dia berharap, adanya ketentuan PCR atau rapid antigen dihapuskan sebagai syarat bagi peserta seleksi CPNS dapat dihapuskan sehingga dapat meringankan beban baik itu kepada pelamar maupun pemerintah daerah.

Adapun sebagai bentuk dukungan, Pemkab melalui Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Karanganyar akan menggelar vaksinasi bagi peserta seleksi CPNS.

"Kita akan vaksinkan juga sebagai.bentuk support kami pada calon ASN yang akan seleksi dan warga Karanganyar. Saya buat link, dengan persyaratan nomor tes. Khusus untuk CPNS. Karena kalau PPPK (P3) sudah banyak yang vaksin karena mereka THL pemerintah," jelasnya.

Sesuai surat edaran Badan Kepegawaian Negara (BKN) nomor 7787/B-KS.04.01/SD/E/2021 perihal penyampaian jadwal SKD CPNS, seleksi kompetensi PPPK Non-Guru tahun 2021 dan rekomendasi ketua Satgas Covid-19.

Dalam surat edaran itu disebutkan, berdasarkan rekomendasi dari ketua Satgas Covid-19, pelaksanaan seleksi Calon Aparatur Sipil Negara (CASN) tahun 2021 wajib dilaksanakan dengan protokol kesehatan secara ketat diantaranya, melakukan swab test RT PCR kurun waktu 2x24 jam atau rapid test antigen kurun waktu maksimal 1x24 jam dengan hasil negatif/non-reaktif yang pelaksanaannya wajib sebelum mengikuti seleksi CASN tahun 2021.

Kemudian peserta diminta menggunakan masker 3 lapis dan ditambah masker kain di bagian luar, jaga jarak minimal 1 meter, cuci tangan dengan sabun/hand sanitizer, ruang kegiatan diisi maksimal 30 persen dari kapasitas normal ruangan tempat pelaksanaan seleksi CASN, khusus bagi peserta seleksi CASN tahun 2021 di Jawa, Madura dan Bali wajib sudah divaksin dosis pertama.

Kepala BKPSDM Karanganyar, Suprapto menambahkan, persyaratan vaksin, PCR atau rapid antigen diperuntukan bagi pelamar CPNS dan P3K non-guru. Sedangkan petunjuk teknis seleksi P3K guru masih menunggu informasi dari pusat.

Baca juga: Meski Angka Covid Menurun, Polres Kebumen Masih Gencar Operasi Pengendara tak Bermasker

Baca juga: Kopassus Grup 2 Kandang Menjangan Vaksinasi 1.500 Orang, Bupati Minta Masyarakat Tetap Jaga Prokes

Baca juga: Kelola Parkir Lebh Aman dan Nyaman, Terminal Bulupitu Purwokerto Gunakan Sistem Parking Gate

Adapun pasca masa sanggah, jumlah pelamar CPNS yang dinyatakan memenuhi syarat (MS) ada sebanyak 2.128 pelamar.

Sedangkan P3K Tenaga Kesehatan ada sebanyak 108 orang yang memenuhi syarat dan pelamar P3K Guru ada 1.952 orang yang dinyatakan memenuhi syarat. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved