Breaking News:

Berita Purbalingga

Bupati Tiwi Serahkan 1.177 Sertifikat Tanah Program PTSL di Desa Banjaran Purbalingga

Bupati Purbalingga, Dyah Hayuning Pratiwi, menyerahkan secara simbolis 1.177 sertifikat tanah program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL).

Penulis: Permata Putra Sejati | Editor: moh anhar
Dokumentasi Humas Pemkab Purbalingga
Bupati Purbalingga, Dyah Hayuning Pratiwi, saat menyerahkan secara simbolis 1.177 sertifikat tanah program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) di Desa Banjaran Kecamatan Bojongsari, Kamis (2/9/2021). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, PURBALINGGA - Bupati Purbalingga, Dyah Hayuning Pratiwi, menyerahkan secara simbolis 1.177 sertifikat tanah program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) di Desa Banjaran Kecamatan Bojongsari. 

Jumlah sebanyak itu terdiri dari 1.114 bidang tanah hak milik, 53 bidang hak pakai dan 10 bidang tanah wakaf.

Pada 2021 ini Desa Banjaran termasuk dalam 55 Desa yang mendapatkan bantuan Program PTSL.

Total keseluruhan program PTSL Kabupaten Purbalingga sejumlah 86.273, dimana Desa Banjaran mendapatkan jatah program sebanyak 2.097 bidang.

Baca juga: Pakai Masker Melorot di Dagu, Kakek 77 Tahun Terazia Operasi Prokes di Tegal, Kena Denda Rp 25 Ribu

Baca juga: Lelang Proyek RS di Kudus Diretas, Dilacak, Ternyata dari IP Komputer Milik Diskominfo Magelang

Baca juga: Sekolah Dibuka, Pelajar SMA Semarang Tawuran, Satpam Spontan Tutup Pintu Gerbang

"Harapan kami tentunya bantuan sertifikat PTSL ini bisa bermanfaat, dan bisa dimanfaatkan dengan baik untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga," ujar Bupati Tiwi, didampingi Kepala Kantor Pertanahan Purbalingga Damargalih Widihastha, sebagaimana rilis kepada Tribunjateng.com.

Penyerahan dilakukan di Balai Desa setempat, Kamis (2/9/2021).

Program PTSL ini memiliki banyak fungsi diantaranya dengan adanya tanah yang sudah tersertifikat dan legalitasnya jelas akan dapat mengurangi konflik.

Kemudian mengurangi sengketa dan nilai asetnya lebih tinggi. 

Di samping itu sertifikat PTSL memiliki nilai yang berharga karena dapat dijadikan agunan ketika masyarakat mengakses pinjaman di perbankan.

"Tapi saya berharap bila nantinya sertifikat tersebut akan dijadikan agunan untuk mengakses pinjaman.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved