Breaking News:

UIN Walisongo Semarang

UIN Walisongo Dampingi 456 Guru, Terapkan Computational Thinking di Semarang

UIN Walisongo Semarang merupakan salah satu perguruan tinggi yang dipercaya oleh Google.org untuk memberikan pelatihan Computional Thinking.

Editor: abduh imanulhaq
UIN WALISONGO
Sebanyak 462 guru mengikuti pelatihan dengan total 32 jam pelajaran materi dan praktik. 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - UIN Walisongo Semarang merupakan salah satu perguruan tinggi yang dipercaya oleh Google.org untuk memberikan pelatihan Computional Thinking (CT) bagi guru-guru mulai dari tingkat SD hingga SMA. walisongo.ac.id

Dengan konsep CT, kita tidak memberikan ikan kepada para siswa namun kita berikan kail.

Tujuannya agar siswa lebih mampu berpikir kreatif dan menghasilkan solusi permasalahannya secara mandiri

Demikian disampaikan Lulu Choirunisa, Ketua Bebras Biro UIN Walisongo Semarang, saat membuka acara evaluasi dan penutupan kegiatan pelatihan CT bagi guru-guru di Kota Semarang.

Pada sesi pelatihan di Kota Semarang ini, dosen yang tergabung dalam tim Trainer Bebras UIN Walisongo memberikan pelatihan CT sekaligus melakukan pendampingan implementasi di sekolah-sekolah mitra.

Peserta dari SMPN 1 Semarang, Mudjiarti, membagikan pengalamannya pada sesi evaluasi.

Menurutnya, konsep CT perlu untuk terus dikembangkan karena berdampak positif baginya dalam melakukan pengajaran di sekolah.

“Pelatihan ini sangat bagus, patut untuk terus dikembangkan. Bahkan bisa menjadi bagian dalam program MGMP di masing-masing mata pelajaran di sekolah,” ungkapnya

Hal senada diungkapkan Inggar, perwakilan dari SMP Krista Mitra.

CT baginya membawa siswa lebih antusias belajar meski dilakukan secara daring.

“Mengolah soal dan memodifikaasinya dengan konsep CT membuat siswa lebih antusias dalam proses belajar. Bahkan para siswa kami ada yang membuat study club untuk membahas soal bermuatan CT ini,” tutur Inggar.

Sebanyak 462 guru telah mengikuti pelatihan dengan total 32 jam pelajaran materi dan praktik.

Sebanyak 126 guru di antaranya berhasil mengimplementasikan CT, sisanya akan melanjutkan implementasi di sekolah masing-masing

Lebih lanjut, para guru ini diharapkan dapat membagikan ilmu dan pengalamannya kepada sesama kolega sehingga CT dapat dapat menjadi gerakan kolektif bersama. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved