Breaking News:

Berita Batang

Terungkap Pelaku Pembunuhan Penta di Batang, Pelaku Mantan Tunangan Balas Dendam setelah Diputus

Teka teki pembunuhan sekretaris cantik Penta Febrilia (24) di Gudang Pengolahan Ikan akhirnya terungkap.

Penulis: dina indriani | Editor: moh anhar

TRIBUNJATENG.COM, BATANG - Teka teki pembunuhan sekretaris cantik Penta Febrilia (24) di Gudang Pengolahan Ikan akhirnya terungkap.

Satreskrim Polres Batang dibantu tim Jatanras Polda Jateng berhasil menangkap pelaku pembunuhan yang ternyata mantan tunangan korban, Salis Syaiful Umar.

Kapolres Batang, AKBP Edwin Louis Sengka mengatakan, setelah dilakukan pra rekonstruksi kemarin ada 21 adegan, akhirnya ada titik terang, secara motif yang melatarbelakangi pembunuhan ini balas dendam karena diputus secara sepihak.

"Motifnya disimpulkan karena balas dendam. Pelaku dan korban ini bertunangan kemudian diputuskan sepihak oleh korban. Pelaku yang tidak terima akan keputusan korban kemudian membunuh korban di kamar mandi tempat korban bekerja," terangnya saat press release, Jumat (3/9/2021).

Baca juga: Sekarang Bayar PBB Di Banyumas Bisa Online Lewat Aplikasi Bima Qris

Baca juga: Cegah Korupsi, Kajari Kudus‎ Gelar Tur Ke Desa-Desa Setiap Pekan

Baca juga: Aplikasi Penghasil Uang Cashzine Tanpa Deposit, Baca Berita Dapat Saldo DANA

Kapolres menjelaskan dari hasil pra rekonstruksi kronologi kejadian, yakni berawal dari pelaku menghampiri korban di tempat kerja.

Kemudian mereka sempat berbincang.

Saat korban ke kamar mandi, pelaku melakukan aksi pembunuhan dengan cara mencekik korban menggunakan handuk hingga meninggal.

"Berdasarkan dari pra rekonstruksi pembunuhan dilakukan spontan oleh pelaku, kasus ini masih akan terus kita selidiki lebih lanjut," ujarnya.

Dari tangan pelaku dan tempat kejadian perkara (TKP), polisi mendapatkan barang bukti berupa kaus lengan panjang abu-abu, celana panjang warna hitam, kaos lengan panjang warna ungu, handuk, dompet, kalung emas, gorden,  kunci kamar mandi, handphone, dan satu unit sepeda motor.

"Pelaku dalam hal ini kita jerat sesuai pasal 338 KUHPidana ayat 1 dengan ancaman kurungan penjara 15 tahun, dan pasal 351 ayat (3) KUHPidana dengan ancaman penjara paling lama 7 tahun,”jelasnya.

Dir Reskrimum Polda Jawa Tengah Kombes Djuhandhani, R. P, SH menyampaikan bahwa tugas Polri dalam mengungkapkan pembunuhan ini sebagai bentuk Polri bekerja secara profesional dan proporsional, dengan ditunjang alat bukti kuat, dan valid.

Baca juga: AS Driver Ojek Online Selundupkan Sabu ke Lapas Kedungpane Semarang, Ditangkap saat di Kamar Mandi

Baca juga: Sebelum Pembunuhan di Dieng, RS Pantau Facebook Istri dan Menemukan Chat Pria, Ini Pengakuannya

Baca juga: 3 Napi di Lapas Madiun Jadi Otak Penipuan Bermodus Order Fiktif, Pemilik Toko Rugi Rp 44 Juta

Sehingga menepis pandangan masyarakat tentang tugas Polri yang kurang baik.

“Bisa jadi, kita sudah mengetahui pelakunya sejak awal, namun kami perlu alat bukti kuat untuk mengungkap dan menangkapnya, kami mengucapkan terimakasih kepada seluruh jajaran anggota Polres Batang yang telah bekerja ekstra dalam menangkap pelaku pembunuhan ini,” tandasnya. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved