Breaking News:

Penanganan Corona

Saparudin Dilarikan ke IGD, Nekat Ikut Vaksin Meski Masih Positif Covid-19, Demi Bisa Keluar Kota

Seorang isoman positif Covid-19 nekat ikut serta vaksin Covid-19 demi segera dapat sertifikat.

Editor: rival al manaf
Shutterstock
Ilustrasi vaksin corona 

TRIBUNJATENG.COM, SULAWESI - Seorang isoman positif Covid-19 nekat ikut serta vaksin Covid-19 demi segera dapat sertifikat.

Akibatnya kondisi kesehatannya memburuk dan harus dilarikan ke IGD.

Ia merupakan warga di Poso,Provinsi Sulawesi Tengah.

Kini ia dilarikan ke ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD) Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Poso untuk menjalani perawatan secara intensif.

Baca juga: Wanita Ini Mengaku Tak Tidur Selama 40 Tahun, Ini yang Terjadi saat Tetangga Coba Membuktikan

Baca juga: Menelusuri Motif Pembunuhan Tuti dan Amalia yang Jasadnya Ditumpuk di Bagasi, Dua Motif Terbantahkan

Baca juga: 10 Tanda Skincare Kita Tak Efektif di Kulit, Kapan Saatnya Ganti?

Baca juga: Bocah 6 Tahun Jadi Korban Ritual Pesugihan, Terbongkar saat Paman Dengar Jeritannya

Saparuddin (56), warga Kelurahan Lawanga,Kecamatan Poso Kota Utara  dirawat usai menjalani vaksinasi Covid-19 tahap pertama yang digelar di RSUD Poso pada Jumat (3/9/2021) karena mengalami gejala mual-mual, debar jantung, serta demam tinggi.

 
Direktur RSUD Kabupaten Poso Jean S.Rondonuwu membenarkan kejadian yang menimpa salah seorang warga usai menjalani vaksinasi Covid-19 yang digelar oleh pihak RSUD Poso.

Menurutnya, gejala mual-mual,debar jantung serta demam panas yang dialami oleh warga tersebut sepenuhnya bukan kesalahan dari pihak RSUD Poso ataupun tenaga kesehatan yang bertugas saat vaksinasi dilaksanakan.

Namun, korban yang tidak jujur saat dilakukan screening vaksinasi Covid-19.

‘’Jadi memang betul,kami sudah komunikasi langsung bagian IGD dan pasien kini sementara kita tangani oleh tim dokter ahli di IGD,ini terjadi karena pasien saat discreening,oleh petugas tidak mau jujur,’’ungkap Jean.

Jean menjelaskan,saat discreening oleh petugas vaksin beberapa pertanyaan yang diajukan kepada pasien tidak sepenuhnya dijawab dengan jujur ,sehingga pemberian vaksinasi Simovac tahap pertama tetap dilakukan oleh petugas.

Diakui, setelah dilakukan pemeriksaan oleh dokter terhadap pasien,terungkap jika warga tersebut merupakan pasien yang telah menjalani isolasi mandiri di rumahnya selama 6 hari karena terkonfirmasi positif Covid-19.

Baca juga: Orang Tua Cungkil Mata Kanan Putrinya yang Berusia 6 Tahun untuk Pesugihan, Kakek Nenek Membantu

Baca juga: Cerita Unik di Balik Penemuan 5 Batu Diduga Benda Cagar Budaya di Klaten

Baca juga: Akibat TV Meledak, Rumah di Regaloh Pati Kebakaran

"Ternyata pasien tersebut adalah pasien isolasi mandiri,saat ditanya demam atau batuk-batuk oleh petugas,dia tidak mengaku. Sebenarnya kan orang mau divaksin itu harus jujur,kalau sudah begini siapa yang mau disalahkan,kalau jujur tidak akan begini jadinya," jelas Jean.

Sementara itu,pihak keluarga yang ikut dikonfirmasi membenarkan jika Saparuddin nekat melaksanakan vaksinasi tahap pertama dengan tidak jujur tersebut karena terpaksa demi untuk mendapatkan sertifikat vaksin.

Sertifikat tersebut rencananya akan dipergunakan bersama istrinya sebagai syarat administrasi untuk perjalanan mereka berdua menuju Kota Makassar. (*)

Artikel ini telah tayang di kompas.com dengan judul Sedang Isoman, Pria Ini Nekat Divaksin demi Dapat Sertifikat, Alami Mual dan Demam Tinggi

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved