Berita Internasional
Taliban Buru Orang Amerika di Afghanistan dari Pintu ke Pintu
Sekarang, setelah militer AS pergi, Taliban memburu orang-orang Amerika yang tersisa.
Hal itu dijanjikan dalam sebuah "pembicaraan telepon, antara Wakil Menteri Luar Negeri Wu Jianghao,” dan Abdul Salam Hanafi, pejabat politik Taliban di Doha, Qatar, klaimnya via Twitter.
Ketika dikonfirmasikan, Kementerian Luar Negeri di Beijing membenarkan kedutaannya di Kabul "beroperasi secara normal,” dan berfungsi sebagai "kanal komunikasi antara kedua negara,” kata juru bicara Kementerian Luar Negeri, Wang Wenbin.
Meski demikian, Cina menetapkan daftar tuntutan yang sama kepada Taliban. "Kami berharap Taliban bisa membangun struktur politik yang inklusif dan terbuka, menjalankan kebijakan yang moderat dan stabil di dalam dan luar negeri, serta memutus hubungan dengan semua kelompok teroris,” imbuh Wang.
Beijing sejauh ini belum memberikan pengakuan resmi terhadap Taliban. Namun analis meyakini, Cina akan banyak diuntungkan jika Taliban bersedia meredam potensi dukungan jaringan teror Afganistan terhadap pemberontakan kaum Islamis di Xinjiang. (*)
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Taliban Dikabarkan Datangi Rumah ke Rumah, Cari Warga Amerika di Afghanistan
Baca juga: 17 Orang Tewas Gara-gara Tembakan Ke Udara Anggota Taliban Saat Rayakan Klaim Rebut Panjshir
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/taliban-membawa-bendera-putih-merebut-kota-perbatasan-afghanistan.jpg)