Berita Semarang
Pedagang Grosir di Johar Semarang Tak Bisa Balik ke Tempat Asal, Mereka Dipindah ke Pasar Rejomulyo
Kawasan Johar yang semula dikenal menjadi pusat grosir di Kota Semarang akan beralih fungsi.
Penulis: Eka Yulianti Fajlin | Editor: moh anhar
Sedangkan penataan yang diatur dalam perwal, Dinas Perdagangan memberikan kebijakan satu pedagang hanya akan mendapatkan satu lapak.
Sehingga, pedagang grosir nanti tidak dapat menempati kawasan Johar.
Pedagang grosir rencananya akan dibangunkan pasar induk di Pasar Rejomulyo, yang selama ini dikenal dengan sebutan Pasar Kobong di Jalan Pengapon.
Baca juga: Penyanyi & Pembawa Acara Koes Hendratmo Meninggal, Hingga Akhir Hayat Aktif Perjuangkan Hak Seniman
Baca juga: Cegah Peredaran Rokok Ilegal, Hartopo Sosialisasi Cukai Ke 60 Desa
Baca juga: Zildhan Santri di Kudus Gemetar Saat akan Divaksin
Pemerintah Kota Semarang kini tengah mengajukan anggaran kepada Pemerintah Pusat untuk pembangunan pasar induk.
"Proposal sudah diproses, disana juga ada sudah ada kajian untuk masuk ke Kementrian Perdagangan, Menteri Perkonomian dan PUPR. Nanti kalau acc (disetujui), kami bangun pasar induk di Rejomulyo," terangnya.
Dia membeberkan, total anggaran yang diajukan kepada Pemerintah Pusat untuk pembangunan pasar induk sebesar Rp 100 miliar. Setelah itu, masih ada proses yang cukup panjang mulai dari kajian, amdal, detail engineering desain (DED), dan lain-lain. (*)