Berita Wonogiri
Ibu dan Ayah Bayi yang Dibuang Kondisi Mulut Diplester Ternyata Masih Kelas 1 SMA , Ini Pengakuannya
"Bayi tidak prematur alias sudah waktunya lahir, namun pihak keluarga tidak ada yang tahu karena selalu memakai pakaian yang besar,"
TRIBUNJATENG.COM, WONOGIRI - Geger penemuan bayi dalam kondisi mulut diplester akhirnya terungkap.
Bayi malang tersebut dibuang di sekitar Jembatan Donoharjo RT 5 RW 2, Desa Wuryorejo, Kecamatan/Kabupaten Wonogiri.
Ia diletakkan dalam kardus bungkus mi instan. Si bayi saat ditemukan dalam kondisi kehausan dan kedinginan.
Baca juga: 6 Anggota TNI yang Diduga Aniaya Prada Chandra hingga Tewas Ditahan, Ini Kronologinya
Baca juga: Fakta Baru Kasus Taruna PIP Semarang Meninggal di Tangan Senior, Keterangan Tersangka Palsu
Baca juga: Prabowo, Anies dan Ganjar Bersaing Ketat Akseptabilitasnya di Pamasuka, Ini Hasil Surveinya
Baca juga: Update Virus Corona Kota Semarang Jumat 10 September 2021, Tembalang Tertinggi Gayamsari Nol Kasus
Polisi menetapkan tersangka terhadap pembuang bayi yang menggegerkan itu
Adapun fakta mengejutkan, keduanya masih di bawah umur.
Di mana si ibu dari bayi itu merupakan siswa kelas 1 SMA di Wonogiri, sementara pasangannya juga masih teman sebayanya.
Kapolres Wonogiri AKBP Dydit Dwi Susanto mengatakan kedua pelaku yang merupakan ibu dan ayah bayi resmi ditetapkan sebagai tersangka.
Si ibu adalah P (15) sementara ayahnya juga berusia sama.
"Pelaku masih dibawah umur, statusnya pelajar kelas X di salah satu sekolah menengah atas di Wonogiri," ungkap dia saat konferensi pers di Polres Wonogiri pada Jumat (10/9/2021).
Terungkap di lapangan, jika ibu bayi itu membuang bayinya tanpa sepengetahuan orang lain.
Selama ini, pelaku juga menyembunyikan kehamilan dari pihak keluarga.
"Bayi tidak prematur alias sudah waktunya lahir, namun pihak keluarga tidak ada yang tahu karena selalu memakai pakaian yang besar," aku dia.
Ibu bayi melahirkan anaknya tanpa bantuan orang lain atau melahirkan sendiri.
Dikatakan, karena takut, ia tega membuang anaknya karena masih pelajar dan tidak bersuami.
"Dalam kurun waktu 24 jam kita berhasil ungkap, ibu bayi ini kita bawa ke rumah sakit karena mengalami pendarahan," kata dia.