Berita Kesehatan
Kiteja, Rempah Kaya Manfaat
Bagi masyarakat Jawa, Kiteja bukan hal yang baru lagi. Secara tradisional masyarakat sudah memanfaatkannya.
Tanaman sangat toleran terhadap tanah yang buruk di alam liar, di mana mereka masih tumbuh cukup cepat. Tersebar di lereng-lereng bukit dan pinggir sungai.
Kandungan Kimia
Senyawa bioaktif utama yang diidentifikasi dalam daun Kiteja adalah cinnamic aldehida, 2-hidroksisinamaldehida, cinnamophilin, caryophyllene, caryophyllene oxide, hidroksikalkon, kumarin eugenol, safrole, geraniol, xanthorrhizol dan jam kamper.
Minyak atsiri kulit batang mengandung 1,8-cineole sebagai senyawa pinene, myrcene, phellandrene, terpinolene, terpineol, linalool dan caryophyllene oxide.
Saponin, terpene, eugenol, aldehida sinamat, benzaldehida dan safrol ditemukan pada akar tanaman ini (Mustaffa, 2012).
Sebaran
Kiteja merupakan tumbuhan yang tersebar di wilayah Asia seperti India, Myanmar, Indonesia, Thailand, Malaysia, Singapura, Brunei, dan Filipina. Di Indonesia tumbuhan ini sering dijumpai di daerah Sumatra, Jawa, Kalimantan, Sulawesi dan dimanfaatkan sebagai tanaman rampah dan obat.
Pesebaran merata terjadi di wilayah Kesatuan Pengelolaan Hutan Konservasi (KPHK) Pati Barat. Sehingga pohon Kiteja dapat dijumpai di wilayah Cagar Alam (CA) Kembang, CA Keling 1abc, CA Keling II/III dan CA Gunung Clering yang terletak di Kabupaten Jepara, Jawa Tengah.
Penulis
Budi Santoso
PEH Muda pada BKSDA Jateng
Kepala PHK Pati Barat
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/kiteja-rempah-kaya-manfaat.jpg)