Breaking News:

Berita Tegal

DUERR, Odong-odong Macet Mendadak di Perlintasan Desa Pakulaut Tegal, Tersambar KA Kamandaka

Niat hati ingin mengisi bahan bakar minyak (BBM) untuk mobil odong-odong nya, Suhadi (43), malah mengalami nasib naas.

Penulis: Desta Leila Kartika | Editor: moh anhar

TRIBUNJATENG.COM, SLAWI - Niat hati ingin mengisi bahan bakar minyak (BBM) untuk mobil odong-odong nya, Suhadi (43), malah mengalami nasib naas.

Kendaraan yang ia tumpangi tiba-tiba berhenti saat menyeberang di perlintasan kereta api Desa Pakulaut, Kecamatan Margasari, Kabupaten Tegal, sehingga tabrakan tak terhindarkan.

Beruntung, Suhadi yang saat kejadian bersama dua keponakannya masih bisa menyelamatkan diri, sebelum kereta api Kamandaka jurusan Semarang-Purwokerto melintas dan menubruk odong-odong nya sampai ringsek. 

Suhadi menjelaskan, posisi saat ia melintas jarak kereta memang sudah dekat sehingga mesin terkena daya magnet dan langsung mati. 

Baca juga: Agar Bisa Lakukan Evaluasi, Wali Kota Semarang Hendi Berharap Pedagang Pasar Johar Segera Isi Lapak

Baca juga: Lulus PPPK, Sejumlah Guru Honorer Sujud Syukur dan Hadiahi Pisang ke Pengurus PGRI Jateng

Baca juga: Waras, Penjual Pigura Jadi yang Kali Pertama Masuk Pasar Johar Semarang Pasca-rehabilitasi

Baca juga: Nama Irjen Napoleon Bonaparte Mencuat Lagi, Kali Ini Terkait Ancaman Pembunuhan Tommy Sumardi

Tanpa pikir panjang setelah mesin mendadak mati, Suhadi langsung menyelamatkan diri dan kedua keponakannya. 

Akibat kecelakaan tersebut, kereta api sempat berhenti dan menjadi tontonan warga sekitar lokasi. 

"Saya dari rumah tujuannya mau beli bensin karena biasanya narik odong-odong sore hari. Tapi ya namanya mau apes saya tidak tahu. Meskipun kendaraan saya rusak berat, alhamdulillah saya dan dua ponakan yang ikut selamat semua. Kebetulan belum ada penumpang karena niatnya memang mau beli bensin," cerita Suhadi, pada Tribunjateng.com, Jumat (8/10/2021). 

Suhadi mengatakan, saat hendak melintas ia sudah melihat jika ada kereta api yang akan melintas, namun ia berpikir masih sempat dan bisa dilewati. 

Tapi kenyataannya tidak, sehingga Suhadi dan dua keponakannya langsung panik loncat menyelamatkan diri. 

Mereka pun melihat di depan mata detik-detik odong-odong tertabrak kereta yang melintas. 

"Saya biasanya mulai narik jam 16.00 WIB dan ini tadi mau beli bensin tapi malah terkena musibah. Tapi ya alhamdulillah karena tidak ada korban jiwa," katanya.

Sementara itu di lokasi yang sama, Kasatlantas Polres Tegal AKP Dwi Himawan Chandra, melalui Kapolsek Margasari Iptu Warjiyana mengungkapkan, kecelakaan antara odong-odong dan kereta api berlokasi di KM 9+33, Desa Pakulaut, Kecamatan Margasari, Kabupaten Tegal sekitar pukul 14.15 WIB.

Baca juga: Beri Semangat Tim Persekat Tegal yang Akan Bertanding, Bupati Umi: Saya Doakan dan Kami Semua Bangga

Baca juga: Pembukaan Segel Tower BTS ‎di Mijen Kudus Berlangsung Alot, Diwarnai Isak Tangis Warga

Baca juga: Waras, Penjual Pigura Jadi yang Kali Pertama Masuk Pasar Johar Semarang Pasca-rehabilitasi

Baca juga: Warga Ayodyapala Semarang Bagi Sayur Sembako Gratis, Bantu Warga Terdampak Pandemi Covid-19

Adapun jarak kendaraan terseret dari tempat kejadian perkara (TKP) sampai terpental ke samping sekitar 5 meter. 

"Tidak ada korban jiwa, karena pengemudi odong-odong belum menarik penumpang dan masih sempat menyelamatkan diri beserta dua keponakannya," pungkas Iptu Warjiyana. (*)

TONTON JUGA DAN SUBSCRIBE : 

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved