Smart Women
Tekad Besar Keluar dari Kemiskinan, Chusnul Chotimah Terpacu untuk Mengubah Nasib lewat Pendidikan,
Hidup dalam keterbatasan secara ekonomi telah dialami Chusnul Chotimah (25) sejak kecil. Meski demikian, hal itu tidak menjadi penghalang baginya.
Penulis: M Nafiul Haris | Editor: moh anhar
“Mungkin Tuhan memberi saya kesulitan di sini, tapi tidak pada soal lain. Dan alhamdulillah nilai saya selalu cumlaude. Sebenarnya studi saya selesai dalam 3 tahun 3 bulan. Akan tetapi, aturan kampus tidak membolehkan. Akhirnya, saya dihitung lulus 3 tahun 4 bulan lebih tiga hari,” katanya.
Meski sekarang dia telah bisa hidup mandiri dan mendapat pekerjaan yang sesuai minatnya pencapaian itu dinilai masih jauh dari target.
Apabila kelak ada kesempatan, dia mengaku, ingin kembali melanjutkan studi strata dua (S2).
Jadi Pengemudi Ojek Online saat Kuliah
Cita-cita Chusnul Chotimah (25) untuk melanjutkan studi sampai jenjang perguruan tinggi akhirnya terwujud.
Dia merasa, perjuangannya dari SD sampai SMK untuk terus mempertahankan prestasi terbayar lunas.
Tidak lama setelah lulus dari SMKN 1 Wonosobo, dia mendapat Beasiswa Bidikmisi melalui jalur undangan untuk kuliah di Universitas Negeri Semarang (Unnes) pada Jurusan Teknologi Pendidikan.
Namun, meski biaya studi sampai lulus telah dijamin pemerintah melalui beasiswa, termasuk kebutuhan hidupnya mulai dari indekos dan untuk makan sehari-hari, ternyata masa-masa kuliah tidak semudah prediksinya.
Mau tidak mau, dia harus memutar otak supaya kebutuhannya selama di Kota Semarang tercukupi.
Chusnul enggan merepotkan orang tua.
“Akhirnya setelah berjalan kurang lebih dua tahun, saya memutuskan jadi driver ojek online. Kenapa saya pilih profesi itu, ya karena yang paling memungkinkan dilakukan karena waktunya lebih fleksibel. Dan, uang dari beasiswa itu cairnya kerap tidak tentu, terkadang sebulan atau bisa sampai tiga bulan,” kenangnya.
Menjadi pengemudi ojek online itu, kata Chusnul, dilakoninya selama kurang lebih dua tahun sejak menjadi mahasiswa semester empat sampai skripsi.
Dari hasil menarik ojek itu, diakuinya, dapat menutup seluruh kebutuhannya, baik biaya hidup sehari-hari maupun untuk keperluan kuliah seperti ongkos cetak materi, tugas kuliah, membeli buku, dan bayar kos bulanan.
Perempuan asal Wonosobo tersebut mengaku tidak malu, memiliki kerja sampingan sebagai pengemudi ojek online.
Baginya, yang terpenting adalah tidak membebani keluarga dan mampu bertanggungjawab atas pilihan yang diambil.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/chusnul-chotimah-18102021.jpg)