Breaking News:

Berita Solo

Meninggalnya Mahasiswa UNS, Kasatreskrim: Belum Ada Unsur Pidana 

Kasatreskrim Polresta Solo AKP Djohan Andika menyebut belum ada unsur pidana dalam kasus meninggalnya mahasiswa UNS yang ikut Diklat Menwa.

Penulis: Muhammad Sholekan | Editor: moh anhar
TRIBUN JATENG/MUHAMMAD SHOLEKAN
Kasatreskrim Polresta Solo AKP Djohan Andika saat memberikan keterangan kepada wartawan terkait meninggalnya mahasiswa UNS, Senin (25/10/2021). 

TRIBUNJATENG.COM, SOLO - Kasatreskrim Polresta Solo AKP Djohan Andika menyebut belum ada unsur pidana dalam kasus meninggalnya mahasiswa UNS yang ikut Diklat Resimen Mahsiswa (Menwa), Senin (25/10/2021). 

"Belum. Belum kita simpulkan ada seperti itu. Yang jelas akan kita lakukan penyelidikan terlebih dahulu," jelasnya. 

Djohan menuturkan, pihaknya akan memanggil panitia yang menyelenggarakan kegiatan tersebut. 

Selain itu, dia menyebut sudah melakukan klarifikasi kepada 5 orang panitia dan 1 orang yang merupakan satu angkatan dengan korban di Menwa. 

Baca juga: Capaian Vaksinasi Masih 36 Persen, Pemkab Batang Dorong Warga Datangi Gerai Vaksin

Baca juga: Perlintasan KA Bedowo, Jetak Sragen Kini Sudah Ada Palang Pintu dan Penjaga

Baca juga: Malam Masih Rujakan, Esoknya Pengantin Baru Terkulai Lemas di Kasur, Suami Menghilang

"Ini nanti kemungkinan kita akan memanggil pihak panitia yang melakukan kegiatan tersebut. Barang bukti sementara baju korban pada saat melakukan kegiatan itu kita amankan," terangnya. 

Selain itu, pihaknya juga sudah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan melakukan klarifikasi singkat kepada pihak kampus. 

Saat ini, lanjut Djohan, dokter forensik dari Biddokes Polda Jateng dan dokter forensik RSUD Dr Moewardi sedang melakukan autopsi. 

"Untuk mengetahui penyebab kematian itu kan kita harus lakukan autopsi dan kita menanyakan orang tuanya alhamdulillah keluarga korban sudah menerima," ungkapnya. 

Saat ditanya terkait adanya luka lebam di beberapa anggota tubuh korban, Djohan menyebut, pihaknya masih membedakan luka tersebut. 

"Makanya itu kita dalami apakah itu kita harus membedakan antara lebam mayat sama lebam-lebam akibat benda tumpul. Nah itu nanti hasil dari autopsi," jelasnya. 

Dia menyebut, korban sempat dibawa pulang ke rumah dan belum dilakukan pemakaman. 

Baca juga: Perlintasan KA Bedowo, Jetak Sragen Kini Sudah Ada Palang Pintu dan Penjaga

Baca juga: Ada Penggerebekan Arena Sabung Ayam di Bandarharjo Semarang, Warga: Barang-barang Disita Polisi

Baca juga: Tampik Kabar Bandara JBS Purbalingga Berhenti, Gubernur Ganjar Pranowo: Problemnya di Tes PCR

"Karena keluarga korban bersedia untuk diautopsi maka kita jemput korbannya lagi untuk dibawa ke Rumah Sakit Moewardi," tuturnya. 

Mantan Kasatreskrim Polres Jepara itu mengungkapkan, korban sudah merasa lemas pada siang hari. 

"Iya ada izin dari kampus. Dia mulai merasa lemas itu siang hari. Hasil autopsi nanti seperti apa kita lihat," tandasnya. (*) 

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved