Breaking News:

Berita Solo

Ormas Tikus Pithi Pengusung Paslon Bajo di Pilkada Solo 2020 Kini Transformasi Jadi Partai Politik 

Ormas Tikus Pithi Hanata Baris bertransformasi menjadi partai politik bernama Partai Kedaulatan Rakyat (PKR). 

Penulis: Muhammad Sholekan | Editor: moh anhar
TRIBUN JATENG/MUHAMMAD SHOLEKAN
Ketua Umum Partai Kedaulatan Rakyat (PKR) Tuntas Subagyo saat memberikan keterangan kepada wartawan, Senin (25/10/2021). 

TRIBUNJATENG.COM, SOLO - Ormas Tikus Pithi Hanata Baris, pengusung pasangan Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Solo dari jalur independen Bagyo Wahyono-FX Supardjo (Bajo) di Pilkada 2020 bertransformasi menjadi partai politik bernama Partai Kedaulatan Rakyat (PKR). 

Meski belum dideklarasikan secara resmi, PKR mengklaim sudah mempunyai struktur kepengurusan di 19 provinsi. 

"28 Oktober deklarasi PKR targetnya membawa perubahan yang terbaik untuk bangsa dan negara. Pencapaian PKR terbentuk di 19 provinsi, setelah deklarasi akan selesai di Desember di 34 provinsi," terang Ketua Umum sekaligus Ketua Dewan Pembina PKR Tuntas Subagyo saat konferensi pers, Senin (25/10/2021). 

Baca juga: Ada Penggerebekan Arena Sabung Ayam di Bandarharjo Semarang, Warga: Barang-barang Disita Polisi

Baca juga: Tampik Kabar Bandara JBS Purbalingga Berhenti, Gubernur Ganjar Pranowo: Problemnya di Tes PCR

Baca juga: Apa Itu Salam dari Binjai? Viral di TikTok dan Twitter hingga Dikenal Kreator Rusia

Tuntas menjelaakan, alasan Tikus Pithi menjadi parpol adalah agar bisa lebih leluasa untuk masuk ke birokrasi maupun dalam dunia perpolitikan. 

Dia berharap, akhir tahun ini bisa menyelesaikan persyaratan pembentukan struktur di 34 provinsi dan ikut bertarung di Pemilu 2024. 

"Agar menasional, Tikus Pithi dengan independen cukup berat untuk masuk memenuhi persyaratan independen.  Sehingga kita menjadi parpol agar menjadi lebih besar dan mempunyai potensi yang besar untuk masuk birokrasi ataupun demokrasi indonesia," jelasnya. 

Tuntas juga menjelaskan, motto dari PKR adalah daulat rakyat dan akan menjadi partainya rakyat Indonesia.

Untuk itu, PKR memang sengaja tidak menggandeng tokoh nasional dalam partai yang dibentuk pada 18 Agustus 2021. 

"PKR partai wong cilik, tidak ada tokoh nasional, ingin wujudkan PKR milik seluruh warga. Di provinsi juga dari bawah, terbentuk dari, oleh, dan untuk rakyat, wujudkan parpol yang beda dengan parpol yang sekarang sudah ada dab bisa pegang amanah rakyat," ungkapnya. 

Pada kesempatan yang sama, Sekjen PKR Sigit Prawoso menyampaikan, saat ini sudah ada 19 provinsi yang membentuk struktur kepengurusan PKR. 

"Di antaranya di Riau, Jambi, Jateng, Jatim, Yogyakarta, Bali, NTB, NTT, Aceh, DKI, Sumatera Barat, Sumatera Selatan, Sumatera Utara, Lampung, Papua," tuturnya. 

Baca juga: Perlintasan KA Bedowo, Jetak Sragen Kini Sudah Ada Palang Pintu dan Penjaga

Baca juga: Malam Masih Rujakan, Esoknya Pengantin Baru Terkulai Lemas di Kasur, Suami Menghilang

Baca juga: Not Angka Tulus Jangan Cintai Aku Apa Adanya Tuntutlah Sesuatu Biar Kita Jalan Ke Depan

"Selain itu juga di Sulawesi Tenggara, Merauke, Jayapura, Sulsel, Tengah, Maluku. Yang sudah komitmen ada Kaltim, Kalimantan Utara dan beberapa daerah lainnya," tambahnya. 

Seperti diketahui, Ormas Tikus Pithi mengusung pasangan independen Bagyo Wahyono-FX Supadrjo dalam Pilkada Solo 2020 melawan Gibran Rakabuming Raka-Teguh Prakosa. (*) 

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved