Selasa, 5 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Tekno

Ganti Nama Jadi Meta, Bagaimana Layanan seperti Facebook, Instagram dan WhatsApp?

Facebook Inc, perusahaan induk yang menaungi tiga media sosial besar, Facebook, Instagram, dan WhatsApp resmi mengganti nama menjadi Meta.

Tayang:
(AP PHOTO/ERIC RISBERG)
Terlihat di layar, CEO Facebook Mark Zuckerberg mengumumkan nama baru mereka, Meta, dalam sebuah acara virtual pada Kamis (28/10/2021). Zuckerberg juga membicarakan hasrat terbarunya yakni menciptakan realitas virtual bernama metaverse untuk bisnis, hiburan, dan interaksi sosial. 

TRIBUNJATENG.COM,  JAKARTA -- Facebook Inc, perusahaan induk yang menaungi tiga media sosial besar, Facebook, Instagram, dan WhatsApp resmi mengganti nama menjadi Meta.

Hal ini diinformasikan oleh CEO Facebook Mark Zuckerberg dalam konferensi tahunan pada Kamis (28/10/2021) waktu setempat atau Jumat (29/10/2021).

Perubahan nama ini turut mempengaruhi kode saham perusahaan, dari yang sebelumnya FB menjadi MVRS per 1 Desember 2021.

Namun, layanan seperti Facebook, Instagram, dan WhatsApp tetap tak berganti nama.

Dalam surat terbuka, Zuckerberg mengatakan, Meta ingin menciptakan ekosistem digital berbiaya rendah.

Dia menilai, kurangnya pilihan bagi konsumen dan biaya tinggi menghambat inovasi dan menghambat ekonomi internet.

"Kami ingin layanan kami dapat diakses oleh sebanyak mungkin orang, yang berarti bekerja untuk membuatnya lebih murah.

Akibatnya, miliaran orang menyukai layanan kami dan ratusan juta bisnis mengandalkan alat kami," kata Zuckerberg dalam surat terbuka dikutip dari situs resmi Meta, Jumat (29/10/2021).

Perubahan nama menjadi Meta untuk mencerminkan tujuan besar yang tengah dibangun perusahaan.

Zuckerberg memang menggaungkan istilah Metaverse, yakni penggabungan antara dunia nyata dengan virtual.

Dengan pendekatan ini, dia ingin layanan jejaring media sosialnya dan layanan lain bisa diakses banyak orang dengan biaya rendah termasuk biaya iklan untuk mendukung ekonomi kreatif di dunia.

"Aplikasi seluler kami gratis. Model iklan kami dirancang untuk memberikan harga terendah bagi bisnis. Alat perdagangan kami tersedia dengan biaya atau dengan biaya sederhana.

Alat perdagangan kami tersedia dengan biaya sederhana. Itulah pendekatan yang ingin kami bawa untuk membantu membangun metaverse," ucap Zuckerberg.

Biaya yang rendah membuat Zuckerberg berharap dalam dekade berikutnya, Metaverse akan menjangkau 1 miliar pengguna, menampung ratusan miliar dolar perdagangan digital, dan mendukung pekerjaan bagi jutaan pembuat konten dan pengembang.

"Kami bertujuan untuk menawarkan layanan pengembang dan pembuat konten dengan biaya rendah dalam sebanyak mungkin kasus, sehingga kami dapat memaksimalkan ekonomi kreatif secara keseluruhan," tutur dia.

Di sisi lain, dia berjanji privasi pengguna akan menjadi konsennya untuk mencegah kebocoran data.

Facebook sempat dirundung masalah karena kebocoran data pengguna beberapa waktu lalu. Bahkan, Zuckerberg dalam surat terbukanya mengaku ada banyak hal yang merendahkan reputasi perusahaannya selama lima tahun terakhir.

"Privasi dan keamanan perlu dibangun ke dalam metaverse sejak hari pertama. Begitu juga standar terbuka dan interoperabilitas," pungkas Zuckerberg.

TAG: metaverse facebook ganti nama jadi Meta Meta

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Ganti Nama Jadi Meta, Facebook Janji Biaya Iklan Digital Jadi Murah",

Baca juga: Bupati Kudus Hartopo Ingatkan Warga di Area Berisiko Tinggi Bencana agar Segera Dievakuasi

Baca juga: Timnas U23 Indonesia Vs Australia Kualifikasi Piala Asia, H2H, Susunan Pemain, Link Live Streaming

Baca juga: Gempa Ambarawa Tak Pengaruhi Kunjungan Wisatawan

Baca juga: Kapolri: Kepercayaan Masyarakat terhadap Polisi Turun

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved