Berita Kesehatan
Paku Hata, Tumbuhan Bermanfaat Penyembuh Luka hingga Obat Penyakit Kuning
Lygodium circinnatum (Burm. f.) Swartz atau paku hata termasuk ke dalam anggota genus Lygodium dan suku Lygodiaceae.
Daun paku hata termasuk ke dalam tipe daun tunggal melingkar, dimorfik, berbentuk lonjong, dengan pertulangannya menyirip.
Ujung dan pangkal daunnya berbentuk runcing dengan tepi daunnya rata.
Bila dilihat dan diraba, permukaan daun paku hata akan terasa licin dengan panjang ± 10 cm dan lebar daunnya ± 6 cm.
Sorus dari paku hata berbentuk lonjong, berwarna cokelat, dan berada di sepanjang tepi daun. Akar serabut yang dimiliki oleh tumbuhan ini berwarna cokelat kehitaman dengan panjang ± 8 cm (Yunidar & Sofiyanti, 2020).
Ekologi
Paku hata banyak dijumpai di daerah dengan ketinggian rendah, lereng-lereng berbukit, hingga daerah dengan ketinggian 1500 m dpl.
Tumbuhan ini biasanya ditemukan di daerah lembab, seperti di bawah kanopi pohon di hutan, di tepi sungai, dan sumber air lain karena perkembangbiakkannya yang pada dasarnya sangat membutuhkan air (Dwiyani et al., 2017).
Sebaran
Persebaran paku hata meliputi daerah-daerah di Asia tropika (Dwiyani et al., 2017). Di Indonesia paku hata ditemukan terutama tersebar pada hampir seluruh provinsi.
Sementara itu di wilayah Kesatuan Pengelolaan Hutan Konservasi (KPHK) Pati Barat tumbuhan paku hata dapat ditemukan di wilayah Cagar Alam (CA) Keling I abc, CA Keling II/III, CA Kembang, dan CA Gunung Celering di Kabupaten Jepara.
Penulis
Budi Santoso
PEH Muda pada KPHK Pati Barat
Kepala KPHK Pati Barat
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/paku-hata-tumbuhan-bermanfaat-penyembuh-luka-hingga-obat-penyakit-kuning.jpg)