Breaking News:

Berita Pekalongan

Mohammad Isro'i Terjun ke Sungai, Jasadnya Terseret Arus, Ditemukan 200 Meter dari Lokasi

Mohammad Isro'i (30), pedagang ikan hias menceburkan diri ke sungai dari Jembatan Glotak

Penulis: Indra Dwi Purnomo | Editor: moh anhar

TRIBUNJATENG.COM, KAJEN - Mohammad Isro'i (30), pedagang ikan hias menceburkan diri ke sungai dari Jembatan Glotak yang berada di Desa Depok, Kecamatan Siwalan, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah.

Ia berhasil ditemukan tim gabungan sejauh 200 meter dari lokasi kejadian.

Korban ditemukan meninggal dunia dalam keadaan terapung di permukaan air, dengan memakai kaos lengan pendek warna biru dan memakai celana jeans panjang warna hitam.

Baca juga: Kondisi Sepi, Komplotan Pencuri Ini Kuras Barang Inventaris Sekolah, Kerugian Ratusan Juta Rupiah

Baca juga: Musisi Jawa Tengah Naik Daun di Tengah Pandemi Covid-19, Hendra Kumbara Ciptakan 17 Lagu dan 1 Album

Baca juga: Pasar Minggon Jatinan Batang Kejar Kriteria Standar Kawasan Wisata Ramah Muslim

Kapolsek Sragi Iptu Iman Santoso saat dihubungi Tribunjateng.com, Selasa (9/11/2021) membenarkan penemuan mayat tersebut.

"Korban ditemukan oleh pemancing, sekira pukul 13.00 WIB. Kemudian, korban langsung dievakuasi oleh petugas tim SAR, selanjutnya jenazah di bawa ke RSUD Kraton Pekalongan untuk dilakukan visum," kata Kapolsek Sragi Iptu Iman Santoso.

Kemudian, hasil pemeriksaan oleh petugas medis, tim Inafis Polres Pekalongan, dan keterangan keluarga membenarkan bahwa korban tersebut bernama Mohammad Isro'i.

Lalu, tidak ada tanda-tanda kekerasan yang mengkibatkan korban meninggal dunia.

"Pada tubuh korban sudah mulai terjadi proses pembusukan. Dari hasil pemeriksaan keluarga korban menerima kejadian tersebut dan menerima bahwa itu musibah," imbuhnya.

Iptu Iman Santoso mengungkapkan, berdasarkan keterangan dari keluarga, bahwa korban sudah meninggalkan rumah pada hari Sabtu (6/11/2021) sekira pukul 23.30 WIB.

Keterangan keluarga, korban menceburkan diri ke sungai karena mendapatkan bisikan gaib.

Baca juga: Percepatan untuk Pembelajaran Tatap Muka, 986 Pelajar di Kebumen Ikut Vaksinasi

Baca juga: Telah Selesaikan Program Doktor di Undip, Wali Kota Semarang Hendi Akan Ikuti Wisuda Besok

"Memang dari keterangan keluarga, korban ini depresi karena mempelajari ilmu kebatinan tanpa ada gurunya," ungkapnya.

Pihaknya menambahkan, korban sudah diserahkan ke keluarga untuk dimakamkan ke TPU desa setempat. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved