Breaking News:

Berita Batang

Pasar Minggon Jatinan Batang Kejar Kriteria Standar Kawasan Wisata Ramah Muslim

Indonesia menjadi negara dengan jumlah muslim terbesar di dunia. Hal itu membuat Indonesia memiliki potensi wisata ramah muslim.

Penulis: dina indriani | Editor: moh anhar
TRIBUN JATENG/DINA INDRIANI
Gelaran Minggon Jatinan di HKR Batang akan menjadi salah satu pengembangan wisata ramah muslim. 

TRIBUNJATENG.COM, BATANG - Indonesia menjadi negara dengan jumlah muslim terbesar di dunia.

Hal itu membuat Indonesia memiliki potensi wisata ramah muslim.

Kabupaten Batang, Jawa Tengah yang sedang bertumbuh menjadi kota industri, dinilai memiliki potensi besar untuk mengembangkan kawasan wisata ramah muslim, sesuai arahan Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Tujuan utama dibentuknya wisata ramah muslim tentunya adalah untuk meningkatkan daya tarik dan kepuasan turis muslim datang ke Indonesia.

Baca juga: Jonathan Cantillana Pastikan Bisa Perkuat PSIS Semarang saat Melawan Persikabo

Baca juga: Musisi Jawa Tengah Naik Daun di Tengah Pandemi Covid-19, Hendra Kumbara Ciptakan 17 Lagu dan 1 Album

Karena itu peningkatan layanan amenitas, atraksi, hingga aksesibilitas wisatawan muslim terus dikembangkan.

Manajer Madrasah Bisnis Nurrochman Sayidi mengatakan saat ini MUI sedang berupaya memunculkan kawasan wisata ramah lingkungan.

"Untuk mewujudkan wisata ramah muslim harus memenuhi beberapa indikator misalnya harus menyediakan tempat ibadah, seluruh penyelenggara muslimah memakai hijab, pembinaan secara spiritual atau kajian Islam,” jelasnya, Selasa (9/11/2021).

Dikatakannya, salah satu yang sedang diupayakan adalah di Minggon Jatinan setiap bulan mengevaluasi masing-masing pedagang.

"Di Minggon Jatinan semua wajib menggunakan bahan ramah lingkungan, kami lakukan evaluasi setiap bulannya jika ada indikasi penggunaan tidak ramah lingkungan akan ada rapor merah," jelasnya.

Selain itu, waktu operasional pun tidak boleh melebihi jam 11 siang, sehingga tidak mengganggu waktu salat Zuhur.

“Pedagang kami arahkan agar menyisihkan sebagian dari hasil penjualan untuk kepentingan zakat, infaq dan sedekah, tujuannya untuk membantu korban bencana alam dan kegiatan untuk kemaslahatan umat,” imbuhnya.

Baca juga: Si Bina Cantik Bingits Bawa Jateng Raih Top 5 Outstanding Achievement Service Innovation 2021

Baca juga: Hendi Soroti Wilayah Mangkang Semarang Masih Jadi PR Penanganan Persoalan Banjir

Lebih lanjut, sebagian pedagang juga disarankan untuk menyisihkan hasil gelarannya, agar dapat berangkat umrah yang bekerja sama dengan lembaga keuangan syariah.

“Kami membiayai dengan akad mudharabah dan ini tidak murni profit oriented," pungkasnya. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved