Fintech Kripto Dalam Negeri Kebanjiran Investor
meningkatnya ketertarikan masyarakat akan investasi kripto seperti Bitcoin, Ethereum, dan DogeCoin telah menembus ke Tanah Air
Pantera Capital memimpin putaran ini, merupakan pemodal ventura asal AS yang fokus pada startup berbasis blockchain. Coinbase dan Blockchain Ventures juga terlibat dalam pendanaan ini, keduanya juga fokus pada proyek-proyek berbasis cryptocurrency.
Baru baru ini, platform marketplace kripto asal Selandia Baru, Easy Crypto, juga mengumumkan perolehan pendanaan seri A sebesar 12 juta dollar AS atau setara Rp 170 miliar, yang dipimpin oleh Nuance Connected Capital dan melibatkan perusahaan ventura GDP Venture milik Grup Djarum.
Berdasarkan keterangan resminya, Co-founder & CEO Easy Crypto, Janine Grainger menyatakan, tengah membidik pasar Indonesia dan Asia Tenggara sebagai target ekspansi bisnis berikutnya.
Hal ini sejalan dengan keterlibatan investor institusional yang meyakini peran aset kripto dalam ekosistem keuangan.
"Permodalan ini menjadi tonggak penting bagi Easy Crypto dan masa depan blockchain di dunia. Meningkatnya minat investasi terhadap kripto menjadi dukungan bagi pertumbuhan Easy Crypto dalam skala global," ungkapnya.
Sementara itu, Willson Cuaca, Co-Founder dan Managing Partner East Ventures, menjelaskan, kripto hanya satu turunan dari penggunaan blockchain.
"East ventures sudah melakukan beberapa investasi berkaitan dengan blockchain," jelasnya, kepada Kontan.
Kendati demikian, ia tidak menjelaskan lebih jauh ke mana saja pendanaan yang diinvestasikan. Menurut Willson, fintech kripto ini teknologi baru, dan masih akan berubah dan berkembang.
Mata uang kripto berfungsi sebagai store value dan sangat volatile. Oleh sebab itu, ia menyarankan untuk tidak sembarangan membeli kalau tidak mengerti. (Kontan.co.id/Selvi Mayasari)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/ilustrasi-aset-kripto.jpg)