Smart Women
Andalkan Sumber Energi Listrik dari Panel Surya, Ariyani Garap Produksi Baju yang Ramah Lingkungan
Perjalanan Ariyani (39) dalam membangun usahanya berlabel M&M Daily Style tidak hanya memperhitungkan soal untung rugi.
Penulis: M Nafiul Haris | Editor: moh anhar
TRIBUNJATENG, SEMARANG - Perjalanan Ariyani (39) dalam membangun usahanya berlabel M&M Daily Style tidak hanya memperhitungkan soal untung rugi.
Namun, dilandasi juga semangat turut ambil bagian menggerakkan aktivitas usaha yang ramah lingkungan.
Alhasil, untuk memenuhi kebutuhan energi listrik di tempat usahanya itu dia pun memanfaatkan energi matahari.
Ariyani mengatakan kesadarannya akan lingkungan itu muncul dipicu seringnya kejadian pemadaman listrik di lokasi tempat tinggalnya.
Padahal, bisnisnya pada bidang konveksi mau tidak mau membutuhkan sumber energi listrik yang cukup besar dan stabil.
Baca juga: Tanah Desa Sriwulan Hilang Ditelan Laut Sejauh 2 Kilometer dari Bibir Pantai Demak
Baca juga: Rangkuman Hasil Babak Pertama PSIS Semarang Lawan PSM Makassar
Akibat listrik mati lanjutnya, membuat produksi terganggu karena mesin jahit serta sejumlah alat pemotong kain tidak bisa beroperasi.
“Dari sana saya terpikir untuk memasang panel tenaga surya, disatu sisi baik untuk lingkungan karena termasuk renewable energi. Kedua, ketika mendadak ada pemadaman listrik operasional kami secara bisnis juga tetap berjalan. Secara hitung-hitungan ekonomi juga lebih hemat, sedikitnya kami mampu menghemat 50 persen dari total tagihan listrik sebelumnya dari semula Rp 550 ribu menjadi Rp 300 ribu perbulan,” katanya
Ia mengungkapkan, sebagai seorang pengusaha memiliki prinsip dalam membangun sebuah usaha tidak hanya memikirkan dirinya dan keberlangsungan bisnis, melainkan pula mempertimbangkan dampak sosial, ekonomi, termasuk lingkungan di sekitarnya.
Karenanya, selain pemanfaatan energi terbarukan limbah dari aktivitas usaha juga menjadi fokusnya, sebab selama ini M&M tidak hanya memproduksi brand sendiri tetapi menerima pula orderan dari brand eksternal.
Dia menyatakan, dalam memproduksi barang pesanan maupun pribadi selama ini di tempatnya tersedia mesin jahit dengan dinamo berukuran sedang dan besar secara otomatis kebutuhan energi listrik yang dibutuhkan cukup besar.
Baca juga: Jalannya Pertandingan Babak Pertama PSIS Semarang Vs PSM Makassar, Skor 1-0
Baca juga: Pemkab Pati Godok Raperda RPIK untuk Optimalkan Industri Lokal
Sehingga, harapannya penggunaan panel surya mampu sedikitnya menekan emisi karbon, pemanasan global, efek gas rumah kaca, dan masalah lingkungan lainnya akibat pemanfaatan energi listrik berlebihan.
“Saya sebelum mengerti soal lingkungan, pernah juga memakai genset tapi yang terjadi juga tidak mencukupi kebutuhan kami. Meskipun sekarang kami masih setengah dari kebutuhan listrik sehari-hari ditopang lewat tenaga surya, tetapi jika listik padam kami gunakan sepenuhnya. Ini juga tekad kami turut serta menekan emisi karbon lewat panel surya, sekaligus mencontohkan berbisnis tetapi tetap ramah lingkungan bisa dilakukan kok,” terangnya
Menurutnya, dari pengalamannya itu pemanfaatan energi terbarukan justru memudahkan seorang pengusaha. Selain biaya operasional dapat ditekan, selebihnya kebutuhan produksi tidak lagi bergantung pada satu sumber energi listrik PLN.
Lebih-lebih lanjutnya, ditempatnya perhari sedikitnya memproduksi 100 pcs pakaian mulai dres, mukena, gamis, dan item lain busana muslim apabila dihitung rata-rata perbulan menyentuh angka 2.000 pcs lebih.
Kolaborasi Mertua dan Menantu
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/perjalananariyani-33-11-2021.jpg)