Senin, 11 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Kesehatan

Lamtoro, Tumbuhan Bermanfaat Penyembuhan Luka Luar Hingga Kencing Manis

Tumbuhan Leucaena leucocephala (Lam.) de Wit. di Indonesia, paling umum disebut lamtoro. Lamtoro juga memiliki nama lain di daerah tertentu.

Tayang:
Editor: galih permadi
Budi Santoso/BKSDA Jateng
Tumbuhan Leucaena leucocephala (Lam.) de Wit. di Indonesia, paling umum disebut lamtoro. Lamtoro juga memiliki nama lain di daerah tertentu. 

Bunga ini biasa disebut cangkaruk. Karakter lamtoro yang paling mudah dikenali terlihat dari buahnya. Buah dari lamtoro memiliki bentuk mirip dengan buah petai (Parkia speciosa), tetapi dengan ukuran yang jauh lebih kecil, tipis, dan berbentuk polong.

Bentuk buah seperti pita lurus dengan tangkai yang pendek. Karena biji di dalam buahnya juga kecil, dengan ukuran panjang maksimal hanya 10 mm dan lebar maksimal hanya 4,5 mm, membuat buah berbentuk pipih dan tipis.

Biji yang dapat ditemukan di dalam buah berjumlah sekitar 15 – 30 biji yang terletak melintang dan bersekat.

Hal ini menyebabkan buah yang berbentuk seperti pita lurus ini bisa mencapai panjang 26 cm.

Warna buah dan biji biasanya hijau saat dapat dikonsumsi dan berubah menjadi cokelat tua saat kering (Dalimartha (2000); Purwanto (2007).

Kandungan
Beberapa zat aktif dapat ditemukan dalam tumbuhan lamtoro. Zat aktif tersebut antara lain alkaloid, besi, flavonoid, forsfor, kalsium, lemak, leukanin, protein, tanin, vitamin A, dan vitamin B (Dalimartha, 2008).

Bagian daun lamtoro, ekstraknya, telah diteliti mengandung coumarin, sterol, dan terpen.

Bagian daun lamtoro juga mengandung senyawa mimosin. Meskipun juga terdapat di bagian-bagian lain pada tumbuhan ini, kandungan mimosin paling banyak terdapat pada bagian daunnya (Eritriana et al., 2019).

Ekologi
Tumbuhan yang termasuk jenis polong-polongan ini biasa tumbuh dengan baik pada iklim tropis. Suhu ideal tempat tumbuh lamtoro yaitu antara 25 – 30°C yang termasuk hangat dengan ketinggian dari permukaan laut, di bawah 1.000 m (Wahyuni, 2018).

Sebaran
Penyebaran tumbuhan lamtoro dimulai dari Meksiko dan Amerika Tengah, tempat asalnya. Biji-biji lamtoro dibawa ke Filipina oleh penjajah dari Spanyol, hingga akhirnya tersebar di berbagai bagian dunia. Lamtoro yang tumbuh subur di daerah tropis menyebabkan tumbuhan ini dapat dijumpai di Indonesia, maupun negara-negara di Asia dan Afrika yang memiliki iklim tropis (Riefqi, 2014).

Tumbuhan lamtoro atau Leucaena leucocephala (Lam.) de Wit. dapat ditemukan di beberapa cagar alam di wilayah Kesatuan Pengelolaan Hutan Konservasi (KPHK) Pati Barat, yaitu Cagar Alam (CA) Keling I abc, CA Keling II/III, dan CA Gunung Celering di Kabupaten Jepara.

Penulis

Budi Santoso
PEH Muda pada BKSDA Jateng
Kepala KPHK Pati Barat

(*)

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 2/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved