Breaking News:

Berita Semarang

Pengerjaan Proyek Infrastruktur di Sumurrejo Semarang Belum Rampung, Disperkim Ingatkan Kontraktor

Pengerjaan proyek infrastruktur sarpras lingkungan di Kelurahan Sumurrejo, Kecamatan Gunungpati, Kota Semarang belum rampung hingga masa kontrak.

Penulis: Eka Yulianti Fajlin | Editor: moh anhar
TRIBUN JATENG/EKA YULIANTI FAJLIN
Kepala Disperkim Kota Semarang, Ali 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Pengerjaan proyek infrastruktur sarana dan prasarana (sarpras) lingkungan di Kelurahan Sumurrejo, Kecamatan Gunungpati, Kota Semarang belum rampung hingga masa kontrak.

Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperkim) Kota Semarang telah memperingatkan rekanan untuk bisa menyelesiakan proyek tersebut. 

Kepala Disperkim Kota Semarang, Ali mengatakan, proyek peningkatan sarpras di Sumurrejo berupa jalan paving, saluran, dan talud.

Sebenarnya, proyek tersebut harus selesai pada 15 Desember lalu. Namun, proyek baru terselesaikan 80 persen.

Baca juga: Upayakan Capai Target Pendapatan, Bapenda Kota Semarang Jemput Bola Pelayanan BPHTB

Baca juga: Temuan Mayat di Dam Colo Karanganyar, Petugas Irigasi Kaget Telapak Tangan Muncul di Permukaan Air

Dia memberikan perpanjangan selama lima hari kepada rekanan untuk menyelesaikan pekerjaan.  

"Tanggal 15 kemarin harusnya selesai. Akhirnya, saya beri waktu lima hari dengan catatan harus selesai," papar Ali, Kamis (16/12/2021). 

Pihaknya tetap memberlakukan denda kepada kontraktor karena tak dapat merampungkan sesuai masa kontrak. Denda dikenakan seperseribu dari nilai kontrak untuk setiap harinya. Adapun nilai kotrak sekitar Rp 500 juta. 

Dia meminta ada penambahan tenaga agar bisa rampung selama lima hari ke depan. Jika tidak selesai, Disperkim tak segan melakukan blacklist. 

"Pihak rekanan menyatakan optimis akan selesai lima hari. Kalau tenaga tidak ditambah, tidak selesai, kami lakukan blacklist," tandasnya. 

Adapun proyek sarpras lingkungan lainnya, Ali menyebutkan, telah rampung dikerjakan.

Baca juga: Gudang Penyimpanan Gas Elpiliji Ilegal di Jepara Digrebek Polisi, 500 Tabung Diamankan

Baca juga: Pertumbuhan Pasar Modal di Tengah Pandemi Mendapat Apresiasi Menko Airlangga

Hanya saja, beberapa paket akan dibayarkan pada 2022 mendatang mengingat pendapatan Kota Semarang belum dapat membiayai keseluruhan.

Dia membeberkan, total keseluruhan kegiatan Disperkim yang akan dibayarkan pada 2022 sebesar Rp 47 miliar. 

"Kami sudah sepakat. Baik yang lelang maupun penunjukan, kami prioritaskan yang dibayar yang luar kota dulu. Yang dalam kota masih bisa koordinasi," tambahnya. (*) 

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved