Berita Pekalongan
92.633 Anak Usia 6-11 Tahun di Pekalongan Akan Divaksin
Sebanyak 92.633 anak usia 6-11 tahun di Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah akan menjadi sasaran vaksin Covid-19.
Penulis: Indra Dwi Purnomo | Editor: moh anhar
TRIBUNJATENG.COM, KAJEN - Sebanyak 92.633 anak usia 6-11 tahun di Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah akan menjadi sasaran vaksin Covid-19.
Hal tersebut diungkapkan, Sekretaris Daerah Kabupaten Pekalongan, M Yuliaan Akbar saat dihubungi Tribunjateng.com, Selasa (4/1/2022) sore.
"Pemkab Pekalongan siap memulai vaksinasi anak usia 6-11 tahun. Tadi kita Rakor mengundang komplit stakeholder. Dari dindik, dinkes, kemenag, termasuk kecamatan hadir lengkap, kapolsek, danramil, dan puskesmas."
Baca juga: Potret Kemiskinan di Kudus, Sudah 5 Tahun Pasangan Sarip dan Anita Tinggal di Rumah Berdinding Bambu
Baca juga: Tak Kuat Menanjak, Minibus di Pemalang Oleng, Satu Orang Penumpang Meninggal Dunia
Baca juga: Perjuangan Tak Kenal Lelah Ayah Cari Anak Usia 7 Tahun Hilang Misterius: Hasbi Bakal Pulang
"Prinsipnya, kita akan laksanakan vaksin anak usia 6-11 tahun secara serentak pada hari Kamis (6/1/2022) di 19 kecamatan," ungkap Sekda Kabupaten Pekalongan M Yulian Akbar.
Pihaknya mengungkapkan, persiapan sudah dilakukan baik dari tenaga kesehatan dan ketersediaan vaksin.
"Persiapan kami, mulai SDM, tenaga vaksinnya, ketersediaan vaksin, juga akan kami dorong terus. Karena, ini kan harus menggunakan vaksin sinovac. Kita sudah cek sudah semuanya dan mereka siap," katanya
Menurutnya, data dari KPCPEN sasaran anak yang akan divaksin yaitu 92.633 anak.
Sementara, untuk data yang ada di Kabupaten Pekalongan berjumlah 85.498 anak. Di antaranya SD 59.711 anak, MI ada 19.181 anak, dan TK/PAUD ada 6.606. Lalu data riil pendataan 90. 754 anak.
"Data ini kan sudah by name, by adress, jadi data ini yang akan terus kami update. Sesuai di KPCPEN 92 ribu. Sementara data yang ada di kabupaten 85.498, tadi sih kita sudah ketemu selisihnya. 85 ribu kan data yang di dindik dan kemenag yang sekolah."
"Sementara kan ada anak yang seusia sekolah tapi di pesantren. Jadi, data yang akan kami pakai di KPCPEN. Tapi, akan kami update terus sambil berjalan," ujarnya.
Kemudian, saat disinggung mengenai ketersediaan untuk dosis vaksin, Akbar menerangkan, bahwa stok vaksin saat ini ada 20 ribu dosis.
"Kami masih ada 20 ribu vaksin jenis sinovac. Tadi juga sudah disampaikan bahwa di kecamatan-kecamatan ketersediaan sinovac masih ada. Di hampir puskesmas juga masih ada. Kami akan koordinasi dengan dinas kesehatan provinsi terkait penyediaan vaksin untuk vaksinasi anak ini," terangnya.
Selain itu juga, untuk sistem pelaksanaannya anak akan didampingi orangtua atau wali murid dan vaksinasi juga harus mendapatkan persetujuan dari orangtua.
"Sistemnya, nanti anak harus didampingi ortu atau wali murid. Kami sudah perintahkan korwil kemenag dan dindik untuk sosialisasi. Kipi juga akan kami perhatikan."
"Kami, sudah perintahkan semua kepala sekolah untuk memonitor semua anak usai divaksin, tujuannya antisipasi KIPI,"ucapnya
Baca juga: RS di Prancis Terancam Beban Berat Akibat Lonjakan Kasus Covid-19 Omicron
Baca juga: Catat Rekor, Australia Kewalahan Hadapi Lonjakan Kasus Covid-19 Omicron
Baca juga: Pria Mengaku Polisi Semarang Aniaya Driver Ojek Online, Ini Penjelasan AKBP Donny Sardo
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/Sekda-Kabupaten-Pekalongan-M-Yulian-Akbar-4-1.jpg)