Minggu, 19 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Vaksinasi Booster di Kendal Masih Sepi Peminat

Vaksinasi dosis ketiga (booster) di Kabupaten Kendal mulai digalakkan pada, Jumat (15/1/2022).

Penulis: Saiful Ma sum | Editor: Daniel Ari Purnomo
Tribun Jateng/ Saiful Masum
Petugas Kesehatan Puskesmas Kendal II melakukan vaksinasi booster, vaksinasi umum, dan vaksinasi anak di aula Puskesmas, Jumat (14/1/2022). 

TRIBUNJATENG.COM, KENDAL - Vaksinasi dosis ketiga (booster) di Kabupaten Kendal mulai digalakkan pada, Jumat (15/1/2022).

Dinas Kesehatan Kendal mengintruksikan 30 puskesmas untuk memulai vaksinasi booster dengan memanfaatkan aloaksi 18 ribu dosis untuk 2 hari pencanangan.

Kepala Bidang Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit pada Dinas Kesehatan Kendal, Muntoha mengatakan, alokasi vaksin booster dari Kementerian Kesehatan belum sampai di Kabupaten Kendal.

Akan tetapi, Kendal masih memiliki 18 ribu dosis vaksin jenis Pfizer yang bisa dipakai untuk mengawali program vaksinasi booster.

Alokasi yang ada dikomunikasikan dengan Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah untuk diberikan kepada masyarakat sebagai vaksin booster.

"Vaksin dari Kementerian Kesehatan yang disiapkan untuk booster belum sampai. Nah, Dinkes Kendal masih memiliki 18 ribu dosis vaksin Pfizer, dan oleh provinsi diberikan izin untuk booster," terangnya.

Muntoha melanjutkan, atas dasar itu Dinas Kesehatan Kendal mulai melaksanakan program vaksinasi booster di 30 puskesmas serentak selama dua hari hingga, Sabtu (15/1/2022).

Dengan catatan, sasarannya dibatasi hanya untuk lansia dan masyarakat 18 tahun ke atas yang rentan.

Setiap puskesmas diharapkan bisa menyuntikkan vaksin booster hingga 300 dosis per hari.

"Karena waktu sosialisasi mepet, antusias masyarakat belum banyak. Secara tenaga kesehatan, semua sudah siap. Selanjutnya akan kami gencarkan sosialisasi melalui puskesmas yang ada," tutur dia.

Sementara itu, hari pertama vaksinasi booster di Puskesmas Kendal II hanya diikuti 4 orang hingga siang hari.

Padahal, pihak puskesmas menyiapkan 100 dosis khusus untuk warga yang hendak vaksinasi dosis ke tiga.

Petugas vaksinasi, Dr Istikomah Tri Handayani menyampaikan, pemberian vaksin booster untuk lansia adalah setengah dosis dari vaksin Pfizer.

Ia menduga, sepinya peminat vaksinasi booster dikarenakan kurangnya sosialisasi karena waktu yang mendadak, juga banyak sasaran yang belum cukup waktu 6 bulan dari penyuntikan vaksin dosis ke dua. Sehingga, sasaran semakin sempit.

Meski demikian, petugas kesehatan Puskesmas Kendal II tetap disibukkan melakukan vaksinasi kepada masyarakat umum dan anak-anak.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved