Jumat, 17 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Forum Mahasiswa

OPINI Cahyo Dwi Kartiko : Metaverse Inovasi atau Ancaman?

KENAPA orang bisa menghabiskan waktu berjam jam hanya untuk menatap layar smartphone sambil melihat scrolling social media entah itu Instagram, Tik-to

(AP PHOTO/ERIC RISBERG)
Terlihat di layar, CEO Facebook Mark Zuckerberg mengumumkan nama baru mereka, Meta, dalam sebuah acara virtual pada Kamis (28/10/2021). Zuckerberg juga membicarakan hasrat terbarunya yakni menciptakan realitas virtual bernama metaverse untuk bisnis, hiburan, dan interaksi sosial. 

Oleh Cahyo Dwi Kartiko
Mahasiswa Ilmu Komunikasi Udinus


KENAPA orang bisa menghabiskan waktu berjam jam hanya untuk menatap layar smartphone sambil melihat scrolling social media entah itu Instagram, Tik-tok, Youtube dan lainnya.

Pernahkah kita itung berapa jam dalam sehari bermain social media di smartphone? Faktanya adalah hidup sebagian orang bergantung pada smartphone.

Bahkan nomophobia – sebutan untuk perasaan khawatir ketika menjalani keseharian tanpa smartphone menjadi salah satu fenomena yang makin meningkat trendnya.

Studi menyebutkan bahwa prevalensi nomophobia di negara maju dan negara berkembang berkisar antara 77 persen hingga 99 persen.

Menariknya, seolah paham konteks ketergantungan itu, perusahaan-perusahaan teknologi justru makin gencar menawarkan inovasi untuk membangun universe yang makin kuat di media sosial.

Salah satunya adalah yang beberapa waktu lalu diluncurkan oleh raksasa teknologi global Facebook lewat Metaverse yang sesungguhnya membuat kita mempertanyakan ulang kebangkitan feodoalisme model baru bertajuk techno feodalism.

Ini dia negeri dongeng interaksi sosial berbasis 3D virtual environment tanpa batas.

Buat yang belum paham, Metaverse adalah sebuah dunia virtual dengan ekosistem sendiri yang mampu berfungsi secara utuh dan menyerupai dunia nyata. Ketika saya mendengar istilah metaverse untuk pertama kalinya, saya langsung mengerti apa yang dimaksud.

Di dunia nyata, kita dapat memiliki alam semesta kita dan alam semesta lain.

Namun di alam realitas virtual, kita dapat mempertimbangkan alam semesta berbeda yang dibuat masing-masing oleh aplikasi, game, atau simulasi tertentu dan semuanya dapat disebut metaverse.

Salah satu hal keren tentang metaverse adalah memungkinkan orang untuk mengalami dunia virtual tanpa akhir, di mana mereka dapat melakukan hal-hal yang hanya mereka impikan menggunakan avatar.

Sebagai contoh, Anda akan dapat membuat tempat bersantai favorit Anda di alam, tetapi alam ini akan menjadi virtual. Anda akan dapat mengubah pemandangan seperti Anda mengubah wallpaper di laptop.

Ini seperti internet pada tingkat yang benar-benar baru, 3D dan sepenuhnya imersif.

Versi konsep metaverse yang lebih sederhana dapat dilihat di game Roblox, sebuah dunia terbuka di mana Anda dapat memilih avatar, bermain game, menghadiri konser, bertemu orang, menambang, menjelajah, dan lain lain.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/4
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved