Selasa, 5 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Putin Tarik Pasukan, Kanselir Jerman Sukses Redakan Ketegangan Rusia-Ukraina

Kanselir Jerman Olaf Scholz ke Moskow pada Selasa (15/2), dan menggelar pertemuan dengan Presiden Rusia Vladimir Putin selama 4 jam.

Tayang:
Editor: Vito
Sergei GUNEYEV / Sputnik / AFP
Presiden Rusia Vladimir Putin (kanan), dan Kanselir Jerman Olaf Scholz memberikan pernyataan dalam konferensi pers bersama setelah pertemuan mereka mengenai keamanan perbatasan Ukraina-Rusia, di Moskow, Selasa (15/2/2022). 

Namun, ia menyebut, NATO sejauh ini gagal mengatasi masalah keamanan dasar Rusia. Putin menuntut agar masalah Ukraina bergabung dengan NATO harus ditangani sekarang, bahkan saat Ukraina masih jauh dari memulai aplikasi untuk bergabung dengan aliansi.

Seperti diketahui, Rusia memiliki ikatan budaya dan sejarah yang mendalam dengan Ukraina, yang merupakan bekas republik Soviet.

Putin menginginkan jaminan Ukraina tidak akan bergabung dengan aliansi militer NATO, karena dia melihat perluasannya sebagai ancaman bagi Rusia. Namun, NATO menolak permintaan itu.

Dalam beberapa bulan terakhir, negara Barat dan Ukraina menuduh Rusia telah membangun pasukannya di dekat perbatasan Ukraina sebagai persiapan untuk invasi.

Namun, Rusia secara tegas telah membantah tuduhan tersebut, dan berulang kali menyatakan bahwa itu tidak mengancam siapapun.

Pada saat yang sama, Rusia justru mengungkapkan keprihatinan yang kuat atas aktivitas militer NATO di dekat perbatasan negaranya, yang dianggap Rusia sebagai ancaman bagi keamanan nasionalnya.

Tak hanya itu, Rusia juga mengatakan bahwa negaranya memiliki hak untuk memindahkan pasukan di dalam wilayah nasionalnya sendiri.

Adapun, Seorang juru bicara Kementerian Pertahanan Rusia mengatakan, sementara latihan skala besar di seluruh negeri berlanjut, beberapa unit Distrik Militer Selatan dan Barat yang berdekatan dengan Ukraina telah menyelesaikan latihan mereka dan mulai kembali ke pangkalan.

Distrik Militer Selatan menyatakan, pasukannya telah mulai menarik diri dari Krimea, dan kembali ke pangkalan mereka setelah menyelesaikan latihan di semenanjung itu, yang direbut Rusia dari Ukraina pada 2014.

Pada Selasa, Rusia telah menerbitkan rekaman untuk menunjukkan bahwa mereka menarik beberapa pasukan ke pangkalan setelah latihan. Rekaman video yang dirilis Kementerian Pertahanan Rusia itu menunjukkan beberapa tank dan kendaraan lapis baja dimuat ke gerbong kereta api.

"15 Februari 2022 akan tercatat dalam sejarah sebagai hari kegagalan propaganda perang Barat, dipermalukan dan dihancurkan tanpa satu tembakan pun dilepaskan," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia Maria Zakharova. (Tribunnews/Kompas.com)

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 2/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved