Konflik Rusia dan Ukraina
Rusia Disebut Salah Perhitungan Sebelum Invasi ke Ukraina
Presiden Rusia Vladimir Putin dinilai salah perhitungan sebelum melakukan invasi ke Ukrania.
TRIBUNJATENG.COM – Presiden Rusia Vladimir Putin dinilai salah perhitungan sebelum melakukan invasi ke Ukrania.
Hal itu disampaikan Kepala Center for Intermestic and Diplomatic Engagement (CIDE) Anton Aliabbas.
Alhasil, menurut Anton Aliabbas, hingga hari kelima invasi, Rusia belum juga bisa menaklukkan Ukraina.
Baca juga: Ukraina Bebaskan Narapidana dengan Keterampilan Khusus untuk Ikut Bertempur Melawan Rusia
Padahal secara perhitungan kekuatan Ukraina kalah jauh dari Rusia.
“Memang terjadi miskalkulasi.
Ini yang paling banyak juga analis melihatnya.
Ada miskalkulasi yang dilakukan oleh Moskow,” ujarnya dalam Tribun Corner: Ukraina Tak Kunjung Tumbang Putin Salah Perhitungan? Selasa (1/3/2022).
Bahkan dia melihat Rusia menganggap Ukraina kecil dan lemah.
“Jadi terlalu under estimate terhadap kemampuan Ukraina untuk bertahan dari serangan itu,” jelasnya.
Namun, ketika invasi berjalan, segala perhitungan awal itu tidak sesuai dengan fakta di lapangan.
Ukraina memberikan perlawanan yang luar biasa terhadap Rusia.
Kini gelombang dukungan pun datang dari negara-negara yang tergabung dalam NATO kepada Ukraina.
“Jadi mereka tidak menyangka bahwa ternyata satu perlawanan itu secara signifikan terjadi," katanya.
“Kedua ternyata dukungan itu, dukungan publik internasional itu juga meningkat.
Hal ini bisa kita lihat bagaimana, misalnya sejumlah negara yang tergabung dalam NATO secara terang-terangan ingin membantu Ukraina,” lanjut dia.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/tentara-militer-rusia.jpg)