Liputan Khusus

Masa Jabatan Akan Habis, Bupati Batang Wihaji: Saya Biasa Saja

Bupati Batang Wihaji menanggapi santai terkait masa jabatan akan habis pada Mei 2022. "Saya biasa saja. Bekerja berdasarkan UU dan aturan lainnya. Ber

Penulis: dina indriani | Editor: m nur huda
Dok. Diskominfo Batang
Bupati Batang Wihaji saat memberikan sambutan pada Konferensi Cabang (Konfercab) IX, di SMK Ma'arif NU 1 Limpung, Kecamatan Limpung, Kabupaten Batang, Sabtu (8/1/2022). 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Selain Walikota Salatiga Yulianto yang telah memberikan tanggapan mengenai masa jabatan akan habis Mei 2022, Bupati Batang Wihaji juga bersedia menjawab pertanyaan wartawan Tribunjateng.com.

Bupati Batang Wihaji menanggapi santai terkait masa jabatan akan habis pada Mei 2022.

"Saya biasa saja. Bekerja berdasarkan UU dan aturan lainnya. Berkenaan dengan masa jabatan dan tentu semua Allah SWT yang atur termasuk jabatan," jawab Wihaji Bupati Batang.

Dia bersyukur atas amanah rakyat yang diberikan. Untuk menjalani amanah rakyat bekerja sebaik-baiknya untuk masyarakat Batang.

Terkait dengan keberhasilan Wihaji dalam memimpin Batang hampir lima tahun ini, dia menerangkan berpedoman pada RPJMD Kabupaten Batang. Tugas dan kewenangan sudah ada dalam aturan tersebut.

"Tentu dengan segala kelebihan dan kekurangannya. Tapi intinya adalah semua itu untuk kepentingan rakyat Batang. Jadi biar rakyat yang menilai apakah saya berhasil atau tidak," terangnya.

Apakah ada PR yang belum terlaksana di 2022 ini? Bupati Wihaji menerangkan bahwa Kepala Daerah dengan segala kewenangannya tentu tidak bisa menyelesaikan semua masalah yang ada di Kabupaten Batang.

Minimal secara administrasi bagian dari sistem tata kelola negara, di setiap pembangunan di suatu daerah pasti ada prioritas. Tentu prioritasnya adalah berusaha memaksimalkan program yang telah ditetapkan RPJMD.

PR yang mungkin memang butuh waktu adalah kenaikan Indeks Pembangunan Manusia (IPM), yang butuh strategi khusus dan waktu yang tidak bisa cepat dan kenaikan IPM cara penyelesainya harus melibatkan banyak sektor khususnya kesehatan pendidikan dan ekonomi, prinsipnya itu PR yang butuh waktu.

Terkait dengan kegiatan bila sudah tidak menjabat Bupati, Wihaji menerangkan bahwa dirinya adalah pengurus Partai Golkar. Sebagai Ketua Harian Golkar Jawa Tengah.

"Kita diberi tugas memenangkan Pemilu 2024. Kembali lagi sebagai petugas partai, semangatnya masih sama tugas partai politik salah satut ujian sucinya adalah demi mensejahterakan rakyat dan perjuangan lewat partai politik," terangnya.

Beberapa keberhasilan Wihaji dalam memimpin Batang, menjawab permintaan dan kebutuhan masyarakat. Antara lain pembangunan GOR Indoor, Gedung Islamic Center, Batang Teras Pandawa, Kawasan Industri Terpadu (KIT) Batang, serta Kampus Undip di Batang.

Semua itu adalah menjawab kebutuhan publik. Untuk menyiapkan lapangan pekerjaan bagi ribuan warga Batang, peningkatan pendidikan, dan menumbuhkan ekonomi masyarakat tentunya.

"Itu kunci percepatan IPM. Saya bersyukur kepada Allah SWT dan berterima kasih kepada Bapak Presiden bahwa pertumbuhan KIT Batang sangat cepat. Terima kasih Bapak Presiden yang terus support program tersebut," ujar Wihaji.

Tujuh empat kepala daerah akan habis masa jabatannya Mei 2022. Yaitu Wali Kota Salatiga, Bupati Banjarnegara, Bupati Batang, dan Bupati Jepara. (din/afn/yun/han/TRIBUN JATENG CETAK)

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved