Liputan Khusus

Masa Jabatan Segera Berakhir, Bupati Jepara Dian Kristiandi: Bisa Mengabdi di Mana Pun

Setelah berakhir masa jabatan Bupati besok 22 Mei 2022, Dian Kristiandi tetap akan mengabdi kepada masyarakat.

Penulis: Muhammad Yunan Setiawan | Editor: m nur huda
Tribun Jateng/Muhammad Yunan Setiawan
Bupati Jepara Dian Kristiandi saat menyampaikan sambutan pada acara penyaluran zakat produktif di Baladesa Mororejo, Kecamatan Mlonggo, Kabupaten Jepara, Sabtu (17/12/2021). 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Empat kepala daerah sudah mengetahui bahwa masa jabatannya berakhir pada 22 Mei 2022 mendatang.

Walikota Salatiga Yuliyanto, Bupati Batang Wihaji, Bupati Banjarnegara dan Bupati Jepara sudah mengetahui hal tersebut.

Walikota Yuliyanto sudah dua periode memimpin Salatiga, merasa puas telah menuntaskan RPJMD.

Bupati Wihaji baru satu periode, berterima kasih kepada masyarakat Batang yang telah memberinya amanat.

Baca juga: Masa Jabatan Akan Habis, Yulianto Puas Tuntaskan RPJMD Salatiga

Baca juga: Masa Jabatan Akan Habis, Bupati Batang Wihaji: Saya Biasa Saja

Demikian juga Bupati Jepara Dian Kristiandi atau biasa disapa Andi baru satu periode.

Setelah berakhir masa jabatan Bupati besok 22 Mei 2022, Dian Kristiandi tetap akan mengabdi kepada masyarakat.

"Sing penting ada pengabdian untuk masyarakat. Banyak hal yang bisa saya lakukan untuk mengabdi kepada masyarakat. Kita berbuat sesuatu kepada masyarakat bisa di banyak tempat kok. Kalau hari ini selesai dari mandat yang diberikan sambil menunggu mandat berikutnya. Kan bisa terus mengabdi di mana pun tempatnya," kata Andi, Selasa (15/3/2022).

Andi menerangkan, banyak hal yang telah dilakukan untuk masyarakat Jepara. Terkait dengan PR, sebagaimana RPJMD maka penyelesaian tentang angka kemiskinan jadi prioritas utama.

"Kalau soal RTLH yang kita kerjakan hari ini sudah selesai. Karena dalam masa 5 tahun target RTLH 10 ribu, kita sudah menyelesaikan 13 ribu. Di RPJMD angka itu sudah menjadi konsensus dan sudah kita selesaikan. Capaian kita melebihi target," terang Andi.

Selain itu, bidang pendidikan di Jepara juga ada kemajuan. Bupati konsentrasi lebih memikirkan menyelesaikan masalah tenaga pendidikan, menyelesaikan bagaimana mengatasi persoalan batas lama sekolah.

"Itu kita sudah kita selesaikan. Datanya saya tidak hapal. Setiap tahun kita beri bantuan semacam beasiswa kita berikan kepada lembaga pendidikan nonformal," paparnya.

Andi meneruskan, Wajib Belajar 9 tahun berangsur dilakukan untuk masyarakat. Dan antusias masyarakat sangat bagus karena sudah menyadari akan pentingnya pendidikan. Dalam kehidupan sehari tukang kayu atau kuli bangunan sudah sadar pendidikan.

Sedangkan tenaga pendidikan diberikan ruang aspirasi untuk wadah menampung ide-ide mereka.

"Kita wadahi. Satu contoh pada saat ini berpikir keberpihakan pada mereka. Kemarin ada sistem perekrutan dengan pola passing grade. Tapi karena kita berpikir pada sisi lain dan kita berikan masukan, maka muncul kebijakan afirmasi. Kita berpikir bagaimana mengakomodir mereka dan ada solusinya. Pasti kita berpihak kepada tenaga kependidikan," ujar Dian Kristiandi.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved