Pertamax Mulai Ditinggalkan Konsumen, SPBU Batasi Penjualan Pertalite
kenaikan harga Pertamax 92 menyebabkan penjualan produk itu di SPBU kini menjadi sepi peminat.
Darmanto menuturkan, kenaikan harga sangat mempengaruhi penjualan, di mana menyebabkan sebagian besar masyarakat memilih beralih ke produk Pertalite.
"Gimana ya, orang-orang biasanya kan cari yang murah. Antrean di Pertamax itu biasanya lumayan. Yang masih bertahan biasanya hanya yang sudah senang pakai Pertamax," jelasnya.
Ia menyebut, pengguna Pertamax yang masih bertahan lebih pada pengguna sepeda motor. "Yang sepeda motor sebagian masih mau bertahan menggunakan Pertamax, tapi kalau pengguna mobil jarang-jarang, setia menanti di antean Pertalite," ucapnya.
Terkait dengan isu Pertalite yang mulai langka, Darmanto menyatakan stok di SPBU yang dikelolanya saat ini aman. "Kalau stok Pertalite aman sih," tukasnya. (Tribunjateng.com/Rezanda Akbar D)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/pertamax-spbu-kabupaten-semarang.jpg)