Berita Semarang

Dengar Sambatan Masyarakat, Ganjar Kirim Tim Assessment ke Grabag

Masyarakat Kecamatan Grabag sambat kepada Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo saat dialog.

Penulis: hermawan Endra | Editor: sujarwo
Tribun Jateng/Hermawan Endra
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo saat mendapat kesempatan berdialog secara langsung dalam acara dialog Gubernur dengan Bupati/Walikota wilayah Purwomanggung dan Subosukawonosraten, Kamis (21/4/2022). 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Masyarakat Kecamatan Grabag sambat kepada Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo saat mendapat kesempatan berdialog secara langsung dalam acara dialog Gubernur dengan Bupati/Walikota wilayah Purwomanggung dan Subosukawonosraten, Kamis (21/4/2022). 

Mereka sambat bagaimana kondisi perekonomian dan upaya membangkitkan ekonomi masyarakat setelah dua tahun digempur gelombang Covid-19.

Seperti yang disampaikan oleh Tri H

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo saat mendapat kesempatan berdialog secara langsung dalam acara dialog Gubernur dengan Bupati/Walikota wilayah Purwomanggung dan Subosukawonosraten, Kamis (21/4/2022).
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo saat mendapat kesempatan berdialog secara langsung dalam acara dialog Gubernur dengan Bupati/Walikota wilayah Purwomanggung dan Subosukawonosraten, Kamis (21/4/2022). (Tribun Jateng/Hermawan Endra)

apsari, pemilik usaha batik warna alam Eyang Mas Ayu di Kecamatan Grabag, Kabupaten Magelang. 

Ia mengaku selama pandemi pendapatannya menurun drastis. Meskipun sudah mengikuti pelatihan pemasaran tetapi penjualan belum terdongkrak secara signifikan.

"Saya mewakili UMKM di Kecamatan Grabag. Saya memohon bantuan agar bisa memasarkan batik saya dan mengimbau ASN atau aparat pemerintahan bisa mengenakan batik lokal produksi kami. Soalnya selama pandemi pemasukan turun drastis bahkan sampai nol," keluh Tri Hapsari kepada Ganjar.

Mendengar keluh kesah dari Tri Hapsari itu, Ganjar Pranowo kemudian meminta agar mengirimkan beberapa produk unggulan dari batik Eyang Mas Ayu. Ganjar bermaksud membeli dan membantu memasarkan batik tersebut. 

Ia juga memberikan masukan agar Hapsari lebih kreatif dalam membuat dna menjual produknya.

"Menurutmu batiknya bagus tidak, mahal tidak harganya? Ya sudah, besok kirim ke rumah saya lima produk batik yang paling bagus. Nanti saya beli dan bantu promo. Jangan jual kain saja, buat tas dan pernik lain yang menarik," kata Ganjar menanggapi keluhan Hapsari.

Keluhan lain datang dari Camat Grabag, Sri Utari, dan Kepala Desa Sidogede, Adit. Sri Utari menyampaikan, untuk meningkatkan perekonomian di Grabag ia lebih memprioritaskan pada usaha kelompok.

Namun selama ini bantuan untuk usaha kelompok masih belum merata di seluruh desa yang ada di kecamatan tersebut.

"Prioritas agar ekonomi berkembang itu ya usaha kelompok, Pak. Kemarin ada bantuan dari Gubernur dan Bupati, sayangnya yang dibantu hanya sedikit, belum merata. KUR juga tidak terlalu mudah," katanya kepada Ganjar.

Sementara Kades Sidogede, Adit, meminta kepada Ganjar Pranowo agar menambah program RTLH di desa. 

Sebab dari pengalamannya, program RTLH dari desa belum bisa mencukupi sehingga dibutuhkan stimulan untuk mengentaskan kemiskinan. Terkait pertumbuhan ekonomi desa, Adit meminta agar pendampingan BUMDES diintensifkan lagi.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved