Breaking News:

Berita Krimknal

Baru Ditangkap Karena Kasus Narkoba, Arfandi Dipulangkan Polisi Dalam Keadaan Tewas Penuh Luka

Seorang tahanan narkoba yanh baru ditangkap polisi tiba-tiba saja dikembalikan ke keluarga dalam keadaan meninggal dunia.

Editor: rival al manaf
KatarzynaBialasiewicz
Ilustrasi meninggal dunia 

TRIBUNJATENG.COM, MAKASSAR - Seorang tahanan narkoba yanh baru ditangkap polisi tiba-tiba saja dikembalikan ke keluarga dalam keadaan meninggal dunia.

Yang membuat keluarganya merasa janggal adalah, ia tewas dengan beberapa luka lebam hingga patah tulang.

Peristiwa itu dialami oleh Muh Arfandi (18), seorang pemuda di Makassar, Sulawesi Selatan, tewas usai ditangkap anggota Polrestabes Makassar.

Baca juga: Viral Video Polisi Marah-marah saat Tepergok Menerima Suap dari Pengendara Motor

Baca juga: Video Aksi Bullying Remaja Tangerang Selatan Viral, Polisi Buru Pelaku

Baca juga: Arti Mimpi Taman Bunga, Tak Seindah yang Dibayangkan

Diketahui, korban ditangkap polisi di wilayah Kelurahan Rappokalling, Kecamatan Tallo, Makassar, Minggu (15/5/2022) dini hari.

Ia ditangkap terkait kasus dugaan narkoba, dari tangan pelaku, polisi mengamankan dua gram sabu.

Sementara, korban tewas dengan luka penuh lebam di tubuhnya. Bukan itu saja, tangan korban patah dan mengeluarkan darah dari telinga.

"Luka lebam adalah indikasi adanya kekerasan pada tubuh korban," kata Ketua Indonesia Police Watch (IPW) Sugeng Teguh Santoso kepada Kompas.com melalui pesan WhatsApp, Selasa (17/5/2022) malam.

"Kami mendesak Kapolda Sulsel untuk menerjunkan tim Propam untuk melakukan pemeriksaan terkait tewasnya korban," sambungnya.

Kata Teguh, setiap orang yang ditangkap polisi, berada di bawah kendali dan penguasaan polisi.

Buka itu saja, lanjutnya, keselamatan orang yang ditangkap dan keamanannya juga tanggung jawab polisi yang menangkap.

"Sehingga, ketika warga tersebut ditemukan tewas, maka secara hukum harus dimintakan pertanggungjawabannya," tegansya.

Sugeng mengatakan, apa yang dialami oleh korban adalah suatu bentuk penganiayaan hingga mengakibatkan korban tewas.

Maka dari itu, ia pun meminta, oknum polisi yang diduga terlibat dengan dugaan penganiayaan terhadap korban dicopot.

"Tindakan pertama adalah menerapkan sanksi disiplin dengan mencopot polisi yang terlibat, karena adanya korban yang tewas, maka hal ini diduga kuat adalah penganiayaan yang mengakibatkan matinya korban, karena itu harus dilakukan proses pidana," ungkapnya.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved