Wabah Corona

Ruang Isolasi Covid RSUD Tugurejo Tak Digunakan Sejak 4 Pekan Lalu, Terdapat 18 Tempat Tidur

Kasus virus corona atau covid 19 di Kota Semarang terus melandai. Berdasarkan data pada portal

Penulis: amanda rizqyana | Editor: Catur waskito Edy
Tribun Jateng/Amanda Rizqyana

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Kasus virus corona atau covid 19 di Kota Semarang terus melandai.
Berdasarkan data pada portal https://siagacorona.semarangkota.go.id, terakhir kasus positif covid pada Kamis (4/5/2022) sebanyak 1 pasien. Setelahnya nyaris 0 pasien positif.

Sementara data per Sabtu (21/5/2022) sejak 1 Januari 2022 menunjukkan 1 kasus suspek, 104.390 kasus terkonfirmasi, 10.681 sembuh, dan 274 meninggal dunia.

Berdasarkan informasi dr. Prihatin Iman Nugroho, Sp.P. (spesialis pulmonologi atau spesialis paru), ruang isolasi di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tugurejo atau RSUD Jawa Tengah terakhir melayani pasien 4 pekan lalu.

Pelayanan terakhir diberikan pada pasien anak yang menunjukkan hasil Antigen positif namun Polymerase Chain Reaction (PCR) menunjukkan hasil negatif.

Ruang isolasi covid 19 berjumlah 18 tempat tidur dengan 6 tempat tidur sebagai ruang intensif dan 12 tempat tidur sebagai ruang reguler tetap disiapkan.

Selain itu, beberapa waktu lalu ketika terjadi ledakan pasien covid 19, sejumlah ruang dialihfungsikan sebagai ruang isolasi sementara.

"Sebelumnya ada beberapa ruang yang dulu kami jadikan ruang isolasi, sekarang sudah kita kembalikan fungsi sebagai perawatan nonisolasi," ujarnya pada Tribun Jateng, Sabtu (21/5/2022).

Di samping covid 19, adanya isu tentang hepatitis misterius yang menyerang anak-anak, pihaknya mengantisipasi dengan berkoordinasi dengan Kelompok Staf Medis (KSM) anak dan penyakit dalam rumah sakit.

Untuk alur pelayanan, mengacu dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes), pihaknya membuat alur pemeriksaan dan tatalaksana klinis rumah sakit.

"Dari proses skrining dan pemeriksaan lanjutan alhamdulillah sampai hari ini kami belum menemukan kasus hepatitis misterius di Rumah Sakit Tugurejo," ujarnya.

Berdasarkan informasi dari Kemenkes, cara mencegah anak dari hepatitis akut ialah menangkal penyebaran dari saluran cerna dengan rutin mencuci tangan menggunakan sabun, memastikan makanan dalam keadaan matang dan bersih, tidak bergantian alat makan dengan orang lain, hindari kontak dengan orang sakit, dan menjaga kebersihan rumah dan lingkungan.

Untuk menangkal penyebaran dari saluran napas ialah kurangi mobilitas, menggunakan masker jika bepergian, menjaga jarak dengan orang lain, dan menghindari keramaian atau kerumunan.

Ada pula 4 langkah penting penanganan hepatitis akut ialah waspada gejala awal seperti diare, mual, muntah, sakit perut, dan dapat disertai demam ringan. Selain gejala awal, juga terdapat gejala lanjut yakni warna mata dan kulit menguning, kejang, air kencing berwarna pekat seperti teh dan feses berwarna putih pucat, gangguan pembekuan darah, dan kesadaran menurun.

Jika gejala awal muncul, jangan panik dan segera bawa pasien ke puskesmas atau rumah sakit terdekat untuk mendapatkan pertolongan lanjutan. Jangan menunggu gejala lanjutan seperti kulit dan mata kuning, agar tidak terlambat. Bila terjadi penurunan kesadaran, segera bawa pasien ke rumah sakit dengan fasilitas Intensive Care Unit (ICU) anak.

Sementara itu Ketua Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) dr. Muhammad Abid Khumaidi, Sp.OT., mengatakan anak-anak di bawah 10 tahun harus selalu diperhatikan kualitas makanan dan kebersihan makanan.
"Bila berbicara tentang makanan, kebersihan makanan, tentu juga berbicara tentang lingkungan. Itu penting," pesannya seusai Pembukaan Hari Bakti Dokter Indonesia (HBDI) pada Kamis (19/5/2022). (arh)

Baca juga: 2 Wanita Ditangkap karena Terlibat Peredaran Narkoba di Lamongan, Polisi: Satu Susul Kakaknya

Baca juga: Bupati Pati Dukung Safin Elite Academy Tournament 2022 untuk Majukan Sport Tourism

Baca juga: Dukung Bangkitkan Sektor Ekonomi, HDCI Kota Semarang Tampil di Sirkuit Mijen

Baca juga: Terbitkan SE Jam Kerja Kades, Bupati Blora Akan Adakan Layanan Aduan Dan Ngantor Di Desa

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved