Berita Kudus

Warga Binaan Rutan Kelas IIB Kudus Sudah Boleh Lepas Masker

Setiap warga binaan hanya diberikan waktu selama 10 menit menghubungi keluarganya melalui video call setiap pekannya.

Penulis: raka f pujangga | Editor: deni setiawan
TRIBUN JATENG/RAKA F PUJANGGA
Kepala Rutan Kelas IIB Kudus, Suprihadi‎ saat berbincang dengan pengunjung, di kantor Rutan setempat, Sabut (21/5/2022).. 

TRIBUNJATENG.COM, KUDUS - Rutan Kelas IIB Kudus sudah mengizinkan warga binaan untuk tidak mengenakan masker di luar ruangan.

Kepala Rutan Kelas IIB Kudus, Suprihadi‎ menjelaskan, telah mengizinkan warga binaannya untuk tidak menggunakan masker saat berada di luar ruangan.

Baca juga: Jasad Tergel‎etak di Sawah Gegerkan Warga Temulus Mejobo Kudus

Baca juga: Rayakan Hari Kebangkitan Nasional, Ratusan Guru TK Ikut Senam Sicita di Kudus 

Baca juga: Mengharukan, Ini Kisah Perjuangan 2 Wisudawati Terbaik IAIN Kudus Asal Blora Anak Seorang Petani

Baca juga: Kecelakaan Maut di Jalan Kudus Pati, Seorang ASN Tewas Setelah Senggolan di Jalan

"Setiap kegiatan di luar ruangan sudah tidak menggunakan masker," jelas dia kepada Tribunjateng.com, Sabtu (21/5/2022).

Namun, saat ada kegiatan yang mengharuskan berkumpul di dalam ruangan, tetap diwajibkan memakai masker.

"Kami juga tetap menerapkan protokol kesehatan yang ketat saat ada kegiatan," ujar dia.

Namun, untuk kunjungan besuk secara tatap muka masih belum diberikan.

Setiap warga binaan hanya diberikan waktu selama 10 menit menghubungi keluarganya melalui video call setiap pekannya.

"Aturannya masih belum diperbolehkan besuk tatap muka, jika sudah dibuka akan dilaksanakan," ujar dia.

Namun, keluarga warga binaan yang ingin mengirimkan makanan tetap bisa dititipkan ke petugas.

Petugas ‎akan memeriksa makanan mencegah barang terlarang masuk ke dalam rumah tahanan.

"Makanan yang dititipkan akan diperiksa untuk mencegah barang terlarang masuk ke dalam rutan," ujar dia. 

Sementara itu, Bupati Kudus, HM Hartopo mengingatkan agar kelompok masyarakat tertentu tetap mengenakan masker.

Di antaranya kelompok masyarakat lanjut usia (lansia) karena masih memiliki penyakit penyerta.

"Kalau di bawah 50 tahun dan tidak punya komorbid boleh lepas masker."

"Tapi untuk usia rentan apalagi punya komorbid tidak boleh lepas masker," kata dia. (*)

Baca juga: Viral di Brebes, Pengendara Motor Plat Merah Curi Helm di Kantor Pengadilan Agama, Begini Ceritanya

Baca juga: Kasus Baru Covid-19 di Indonesia Naik 263 Kasus, Kematian Tambah 6 Jiwa

Baca juga: Kakanwil Kemenag Apresiasi Pembangunan TPQ Plus Al-Qodar Sendangmulyo Semarang

Baca juga: Tanggapan Juru Parkir Terkait Penerapan Parkir Elektronik di Kota Semarang

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved