Berita Pekalongan
IAIN Pekalongan Ganti Nama, Resmi Menjadi UIN KH Abdurrahman Wahid Pekalongan, Begini Asal Muasalnya
IAIN Pekalongan resmi bertransformasi menjadi Universitas Islam Negeri (UIN) KH Abdurrahman Wahid Pekalongan.
Penulis: Indra Dwi Purnomo | Editor: deni setiawan
"Gus Dur selalu berpihak kepada kaum yang tertindas, kaum minoritas, dan marginal," ungkapnya.
Saat disinggung mengenai, penggunaan nama KH Abdurrahman Wahid, Prof Zaenal menceritakan, awalnya merupakan inisiasi dari Menteri Agama Gus Yaqut Cholil Qoumas.
Karena Gus Dur merupakan seorang teladan yang piawai mendialogkan Islam dan negara dalam bingkai kemajemukan Indonesia.
Kemudian, basis keilmuan yang dikembangkan oleh Gus Dur juga merupakan wujud harmonisasi antara rasionalitas dan spiritualitas.
"Seandainya tidak diusulkan Gus Yaqut, kami juga sudah senang, UIN itu bernama KH Abdurrahman Wahid Pekalongan (Gus Dur)."
"Sekali lagi, Gus Dur adalah tokoh besar, spirit kebangsaan sangat luar biasa," ucapnya.
Kemudian, keilmuan ini selaras dengan visi keilmuan yang akan dikembangkan oleh UIN Pekalongan yang berusaha mengharmonisasikan kekuatan akal, indera dan intuisi, agama dan sains, serta tradisionalisme dan modernisme.
Prof Zaenal meyakini, transformasi dan perubahan nama kampus dapat menyulut spirit menuju progresivitas.
Ke depan, UIN Gus Dur Pekalongan bertekad untuk meningkatkan akses, mutu, dan relevansi pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
"Transformasi harus diwujudkan dari mulai Rektor hingga petugas kebersihan, yaitu dengan memantaskan diri, meningkatkan SDM yang mampu mengharmonisasikan ilmu agama dan sains."
"Meningkatkan, sarana dan prasarana untuk melahirkan lulusan yang berkualitas," jelasnya.
Pihaknya berharap, peralihan status kelembagaan ini senantiasa membawa UIN Gus Dur Pekalongan berperan aktif dalam memproduksi ilmu pengetahuan untuk kepentingan masyarakat luas, baik di tingkat nasional maupun global.
Selain IAIN Pekalongan yang bertransformasi menjadi UIN KH Abdurrahman Wahid Pekalongan, terdapat IAIN lain yang juga berubah bentuk menjadi UIN.
Seperti UIN Salatiga, UIN Mahmud Yunus Batusangkar, UIN Sjech M Djamil Djambek Bukittinggi, dan UIN Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan. (*)
Baca juga: Nih Catat Tanggal dan Tempatnya, Pameran dan Kontes Bonsai Berskala Nasional di Demak
Baca juga: Imbauan Buat Warga Semarang, Telitilah Saat Beli Hewan Kurban, Kelihatan Sehat Tapi Sebenarnya Tidak