Berita Pati
Bantuan Susu Alfamart sebagai PMT Posyandu Diharapkan Bantu Entaskan Stunting di Pati
Pemerintah Kabupaten Pati menaruh perhatian serius pada upaya pengentasan stunting.
Penulis: Mazka Hauzan Naufal | Editor: Catur waskito Edy
TRIBUNJATENG.COM, PATI - Pemerintah Kabupaten Pati menaruh perhatian serius pada upaya pengentasan stunting.
Adapun stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada anak akibat kekurangan gizi kronis, sehingga membuat pertumbuhan tubuh anak terganggu.
Petugas Gizi di Puskesmas Batangan, Bambang Susatyo, menyebut bahwa sebetulnya penurunan angka stunting di Kabupaten Pati cukup signifikan.
Berdasarkan data elektronik-Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis masyarakat (e-PPGBM), sebut dia, angka stunting di Pati masih 10 persen.
Tahun ini, angka stunting berhasil diturunkan jadi 5,4 persen.
"Sebetulnya, kalau berdasarkan target dari pusat, Pak Jokowi minta angka prevalensi stunting di bawah 14 persen. Artinya kita sudah lampaui target. Namun, bupati (Bupati Pati Haryanto) merasa 5,6 persen masih terlalu tinggi untuk Pati," kata dia ketika diwawancarai TribunMuria.com usai menerima bantuan susu dari PT Sumber Alfaria Trijaya, Tbk. (Alfamart), Senin (4/7/2022).
Menurut Bambang, dalam pandangan bupati, angka stunting sedemikian masih terlalu tinggi untuk sebuah kabupaten yang memiliki julukan Bumi Mina Tani, di mana hasil produksi pertanian dan perikanan melimpah.
"Karena itu, saya mewakili Kepala Puskesmas mengucapkan terima kasih pada Alfamart yang telah memberi bantuan susu. Rencana akan kami distribusikan ke 18 desa (di Batangan) yang ada balita stunting," kata dia.
Bambang menyebut, dalam Rembug Stunting di Pendopo Kabupaten Pati belum lama ini, terungkap bahwa di Kecamatan Batangan, angka stunting juga masih berkisar di angka 5 persen.
Terdapar dua desa yang menjadi lokus utama, yakni Tlogomojo dan Kedalon yang masing-masing memiliki 9 dan 24 balita stunting.
"Bantuan susu ini akan kami suplai sebagai PMT (Pemberian Makanan Tambahan) di Posyandu. Mudah-mudahan bisa membantu penanganan stunting," harap dia.
Bambang menegaskan, upaya penanganan stunting harus dilakukan secara serius, mengingat bahwa 2045 nanti Indonesia akan memiliki bonus demografi.
"Penduduk usia produktif akan tinggi, sayang kalau tidak dimanfaatkan," tandas dia.
Sementara, Regional Corporate Communication Manager PT Sumber Alfaria Trijaya, Muhammad Faruq Asrori, menjelaskan bahwa pemberian bantuan susu ini merupakan perwujudan satu di antara enam pilar program Corporate Social Responsibility (CSR) mereka.
"Salah satu pilar CSR kami adalah Alfamart Smart, di bidang pendidikan dan SDM. Dalam program ini, secara nasional, kami membagikan 200 ribu karton susu. Tiap kota/kabupaten kami sesuaikan pembagiannya," kata dia.